Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Survei: Empat Tahun Berturut-turut, Indonesia Surplus Beras

Senin 08 Aug 2022 17:32 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

produksi padi di Kabupaten Purwakarta pada musim gadu (musim kemarau I) yang berlangsung pada bulan Juli dan Agustus 2022 dipastikan menuai hasil yang tinggi sehingga dapat memperkuat stok beras nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) merilis hasil Survei Cadangan Beras Nasional (SCBN) 2022. Survei tersebut mencatat penghitungan ketersediaan cadangan beras dari tingkat rumah tangga, hingga industri hotel dan restoran.

produksi padi di Kabupaten Purwakarta pada musim gadu (musim kemarau I) yang berlangsung pada bulan Juli dan Agustus 2022 dipastikan menuai hasil yang tinggi sehingga dapat memperkuat stok beras nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) merilis hasil Survei Cadangan Beras Nasional (SCBN) 2022. Survei tersebut mencatat penghitungan ketersediaan cadangan beras dari tingkat rumah tangga, hingga industri hotel dan restoran.

Foto: Kementan
BPS menyebut stok beras JUni 2022, 6,6 juta ton ada di rumah tangga warga Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) merilis hasil Survei Cadangan Beras Nasional (SCBN) 2022. Survei tersebut mencatat penghitungan ketersediaan cadangan beras dari tingkat rumah tangga, hingga industri hotel dan restoran.

Deputi Statistik Produksi BPS, Habibullah, menyampaikan, stok beras nasional periode 31 Maret 2022 mencapai 9,11 juta ton beras. Selanjutnya pada 30 April atau menjelang lebaran meningkat 10,15 juta ton dan stok pada akhir Juni atau pasca-Lebaran menjadi 9,71 juta ton.

Habibullah mengatakan, khusus stok beras pada bulan Juni 2022 sebagian besar berada di institusi rumah tangga yang mencapai 6,6 juta ton, kemudian di pedagang 1,04 juta ton, Bulog 1,11 juta ton, penggilingan 0,69 juta ton dan di Horeka maupun industri sebesar 0,28 juta ton.

"Secara umum, rata-rata stok beras di seluruh institusi cenderung mengalami peningkatan pada periode 30 April 2022 dibandingkan periode 31 Maret 2022," katanya.

"Hasil SCBN 2022 telah mengorfirmasi posisi surplus beras periode 2019 sampai dengan Juni 2022 dengan menggunakan KSA BPS. Stok beras kita mencukupi dan akan terus bertambah seiring dengan adanya panen tiap bulan hingga akhir Desember 2022. Indonesia Swasembada Beras," katanya.

Habibullah mengatakan, survei itu sekaligus menyamakan data antarlintas kementerian dan lembaga sehingga data stok beras nasional bisa digunakan sebagai pijakan dalam mengambil keputusan.

Survei lakukan pada bulan Juni 2022 yang digelar di 34 Provinsi meliputi 490 kabuputen/kota dengan jumlah sampel 47.817 sampel yang terdiri atas 14.100 sampel rumah tangga dan 33.717 sampel nonrumah tangga dengan melibatkan 1.900 orang petugas sebagai enumerator," katanya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan, survei data ini menjadi penting untuk menentukan program penguatan produksi ke depan. Apalagi, Indonesia dan juga Negara-negara di dunia tengah menghadapi ancaman krisis global.

Suwandi berharap, kolaborasi Kementan dan BPS dapat terus ditingkatkan.  "Dari sisi produksi sudah terlihat melalui data KSA, dari sisi konsumsi juga pendataannya sudah ada. Dari saat ini terlihat kondisi dan persebarannya," ucapnya.

Sebagai informasi, produksi beras nasional pada tahun 2019 mencapai 31,31 juta ton, meningkat di tahun 2020 menjadi 31,36 juta ton dan di tahun 2021 sebesar 31,33 juta ton.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA