Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Joe Biden: Pembunuhan Empat Muslim di Albuquerque tidak Memiliki Tempat di AS

Senin 08 Aug 2022 12:09 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Presiden AS Joe Biden. Joe Biden: Pembunuhan Empat Muslim di Albuquerque tidak Memiliki Tempat di AS

Presiden AS Joe Biden. Joe Biden: Pembunuhan Empat Muslim di Albuquerque tidak Memiliki Tempat di AS

Foto: EPA-EFE/JIM WATSON
Penyelidik mengatakan pembunuhan empat Muslim Albuquerque mungkin saling terkait.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Joe Biden pada Ahad (7/8/2022) menyelesalkan insiden pembunuhan empat orang pria muslim di Albuquerque, New Mexico. Pembunuhan itu membuat minoritas Muslim di Meksiko menderita ketakutan.

"Saya marah dan sedih dengan pembunuhan mengerikan empat pria Muslim di Albuquerque," kata presiden AS di Twitter, dilansir dari Al Araby, Senin (8/8/2022).

Baca Juga

"Sementara kami menunggu penyelidikan penuh, doa saya bersama keluarga korban, dan pemerintahan saya mendukung komunitas Muslim. Serangan kebencian ini tidak memiliki tempat di Amerika,” ujar Joe Biden. 

Polisi di Albuquerque, kota terbesar di New Mexico, mengatakan pada Sabtu (6/8/2022) bahwa mereka sedang menyelidiki apakah pembunuhan terhadap tiga pria Muslim ini memiliki keterkaitan dengan pembunuhan pada tahun lalu. Jika benar, maka ini menjadi pembunuhan ke empat.

Departemen kepolisian Albuquerque mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka menemukan korban terbaru pada Jumat malam. “Mayatnya ditemukan di dekat kantor Layanan Keluarga Lutheran yang memberikan bantuan kepada para pengungsi,” stasiun TV KOB4 melaporkan.

Polisi tidak mengidentifikasi secara detail pria itu, tetapi mengatakan dia berusia pertengahan 20-an, seorang Muslim dan asli dari Asia Selatan. "Penyelidik percaya pembunuhan pada Jumat itu mungkin terkait dengan tiga pembunuhan baru-baru ini terhadap muslim pria yang juga dari Asia Selatan," kata pernyataan itu.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA