Ahad 07 Aug 2022 00:14 WIB

Kang Abik Ajak Lestarikan Pameran Islamic Book Fair

Di era digital Kang Abik harap generasi mendatang masih bisa menikmati buku fisik.

Rep: Muhyiddin/ Red: Indira Rezkisari
 Novelis Habiburrahman El-Shirazy atau Kang Abik meluncurkan novel terbarunya yang berjudul Kembara Rindu di panggung utama pameran buku Islamic Book Fair (IBF) 2022, Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (6/8/2022). Buku terbitan Republika ini merupakan kelanjutan dari novel Kang Abik yang berjudul Suluh Rindu.
Foto: Republika/Muhyiddin
Novelis Habiburrahman El-Shirazy atau Kang Abik meluncurkan novel terbarunya yang berjudul Kembara Rindu di panggung utama pameran buku Islamic Book Fair (IBF) 2022, Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (6/8/2022). Buku terbitan Republika ini merupakan kelanjutan dari novel Kang Abik yang berjudul Suluh Rindu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki akhir pekan, pengunjung pameran buku Islamic Book Fair (IBF) 2022 membludak di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (6/8/2022). Saking padatnya, para pengujung yang ingin masuk lewat pintu utama bahkan dialihkan lewat pintu samping.

Sementara, di panggung utama IBF 2022 tampak ratusan pengunjung sedang mengikuti acara Launching dan Bincang Buku "Suluh Rindu dan Kembara Rindu". Novel dwilogi terbitan Republika ini merupakah buah tangan dari novelis muslim ternama di Tanah Air, Habiburrahman El-Shirazy.

Baca Juga

Di awal pemaparannya, novelis yang akrab dipanggil Kang Abik ini mengajak kepada para pengunjung IBF untuk terus melestarikan pameran buku-buku islami terbesar ini. "Alhamdulillah siang hari ini Allah izinkan kita semuanya untuk bisa bertemu di sini, kita semunya sama-sama mencintai ilmu pengetahuan, mencintai buku. Dan saya sangat berharap bahwa pameran buku semacam ini benar-benar akan terus kita lestarikan bersama, sehingga generasi mendatang tetap bisa menikmati buku dalam bentuk fisiknya," ujar Kang Abik dalam acara Launching buku "Suluh Rindu" di panggung utama IBF 2022.

Kang Abik khawatir di generasi mendatang buku-buku fisik mulai berkurang dan berubah ke buku digital semua. Karena itu, menurut dia, Kang Abik sangat berharap generasi mendatang masih bisa menikmati buku dalam bentuk fisiknya.

"Karena saya khawatir ke depan mungkin bentuk fisiknya mulai berkurang dengan adanya digital. Tapi saya berharap bahwa ke depan bentuk fisik iti masih terus ada, sehingga generasi yang akan datang masih bisa menikmati buku bentuk fisiknya," kata Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Dalam acara peluncuran dan bincang buku ini, Kang Abik menjelaskan bahwa Suluh Rindu merupakan kelanjutan dari novel yang berjudul Kembara Rindu, yang sudah terbit sejak 2019 lalu. Kang Abik menerbitkan novel keduanya ini karena banyak pembaca yang penasaran. Saat diskusi buku berlangsung, para pengjung IBF pun tampak antusias dan banyak yang ingin bertanya kepada Kang Abik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement