Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Menaker: Kawasan Industri Batang Butuh 28 Ribu Pekerja Hingga 2023 

Sabtu 06 Aug 2022 11:32 WIB

Rep: Febryan. A/ Red: Andri Saubani

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (kiri) didampingi Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki (tengah) dan Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Galih Saksono (kedua kanan) bersiap meletakkan batu pertama pembangunan gedung Anjungan Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan (SIAPKerja) di KITB, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (5/8/2022). Kementerian Ketenagakerjaan mencanangkan Anjungan SIAPKerja untuk melayani ketenagakerjaan secara

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (kiri) didampingi Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki (tengah) dan Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) Galih Saksono (kedua kanan) bersiap meletakkan batu pertama pembangunan gedung Anjungan Sistem Informasi dan Aplikasi Pelayanan Ketenagakerjaan (SIAPKerja) di KITB, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (5/8/2022). Kementerian Ketenagakerjaan mencanangkan Anjungan SIAPKerja untuk melayani ketenagakerjaan secara

Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Kawasan Industri Terpadu Batang diproyeksikan bisa menyerap total 282 ribu pekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Jawa Tengah diproyeksikan bisa menyerap total 282 ribu pekerja. Dalam jangka pendek hingga 2023, setidaknya dibutuhkan 28 ribu pekerja untuk menggerakkan KITB. 

Lapangan kerja yang luas ini harus mampu mengatasi problem pengangguran, terutama di Kabupaten Batang. "Kita berharap masyarakat di sekitar KITB  tidak hanya menjadi penonton," kata Ida peletakan batu pertama pembangunan Anjungan SIAPkerja di KITB, Jumat (5/8/2022). 

Baca Juga

Karena itu, ujar Ida, pihaknya akan meningkatkan kompetensi warga Batang agar bisa sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di KITB. Salah satunya dengan pembangunan Anjungan SIAPkerja, sebuah tempat pelayanan satu atap (one stop services) terintegrasi bidang ketenagakerjaan. 

"Sambil menunggu pembangunan gedung Anjungan SIAPkerja ini selesai, pelayanan ketenagakerjaan dilakukan di tempat yang disiapkan PTPN IX dan Pemkab Batang," kata Ida. 

Selain Anjungan SIAPkerja, sambung Ida, pihaknya juga telah menyiapkan berbagai kebijakan lain untuk memastikan masyarakat Batang bisa bekerja di KITB. Beberapa di antaranya adalah masifikasi sertifikasi kompetensi dengan mengembangkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai kebutuhan industri; serta memperkuat dan mengembangkan Bursa Kerja Khusus (BKK). 

Di sisi lain, Ida berharap KITB yang merupakan proyek strategis nasional dapat diharapkan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Ini menjadi destinasi investasi yang diminati oleh masyarakat global," katanya.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA