Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Serangan Udara Israel di Jalur Gaza, 10 orang Meninggal

Sabtu 06 Aug 2022 08:07 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil

Pemandangan ledakan akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, Sabtu, 16 Juli 2022.

Pemandangan ledakan akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, Sabtu, 16 Juli 2022.

Foto: AP Photo/Mohammed Ali
10 orang meninggal karena serangan udara Israel di jalur Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM -- Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan, sedikitnya 10 orang tewas dalam serangan udara Israel pada Jumat (5/8/2022) di Jalur Gaza yang diblokade.

Korban tewas termasuk seorang gadis berusia lima tahun dan anggota terkemuka gerakan Islamic Jihad. Pesawat-pesawat tempur Israel menghantam daerah-daerah terpisah di Kota Gaza, Khan Yunis, dan Jalur Gaza utara.

Baca Juga

"Sepuluh warga Palestina menjadi martir dan 44 lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara Israel di Jalur Gaza," kata pernyataan itu, dilansir dari laman Anadolu Agency pada Sabtu (6/8/2022).

Sementara Gerakan Islamic Jihad mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa komandan wilayah utara sayap militer kelompok itu, Taysir al-Jabari termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan itu.

Tentara Israel juga mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menargetkan al-Jabari dan 10 aktivis. Kemudian mengklaim bahwa mereka sedang dalam perjalanan untuk meluncurkan rudal anti-tank dan operasi penembak jitu.

Sebuah sumber tentara Israel mengatakan kepada harian Israel Yedioth Ahronoth bahwa setidaknya 15 aktivis Jihad Islam tewas dalam serangan itu. Menurut seorang reporter Anadolu Agency di Gaza, pesawat-pesawat tempur Israel menghantam daerah-daerah terpisah di Kota Gaza, Khan Yunis, dan Jalur Gaza utara.

Di antara target yang diserbu tentara adalah sebuah apartemen di Burj Palestina, di lingkungan Rimal di Kota Gaza barat.

Gerakan Islamic Jihad menanggapi serangan itu dengan menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan musuh melewati kebijakannya yang bertujuan merusak perlawanan dan keteguhan nasional.

Di samping itu, Hamas, bereaksi dengan menegaskan bahwa perlawanan dengan semua senjata dan faksi militernya bersatu dalam pertempuran ini.

"Musuh Israel adalah orang yang memulai eskalasi terhadap perlawanan di Gaza, dan itu harus memikul tanggung jawab," kata Hamas.

Di sisi lain, Otoritas Palestina mengutuk agresi Israel terhadap Jalur Gaza. Dalam sebuah pernyataan pers, mereka meminta Israel untuk segera menghentikan agresi ini, dengan menganggap tentara Tel Aviv bertanggung jawab atas eskalasi berbahaya ini.

Otoritas Palestina juga meminta masyarakat internasional untuk menekan Israel untuk menghentikan agresi terhadap warga Palestina di mana pun. Terutama di Gaza, dan untuk memberi mereka perlindungan internasional.

Menurut media Israel, mengantisipasi tanggapan dari faksi-faksi Palestina, tentara Israel mengerahkan baterai anti-rudal Iron Dome di Yerusalem dan Tel Aviv.

Sumber:

https://www.aa.com.tr/en/middle-east/israeli-army-raids-kill-10-palestinians-in-gaza/2654558

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA