Jumat 05 Aug 2022 22:36 WIB

CdM Pastikan Indonesia Juara Umum ASEAN Para Games 2022

Indonesia sudah mengoleksi 168 emas ASEAN Para Games hingga Jumat (5/8).

Pelari estafet Indonesia melakukan selebrasi usai berhasil mencapai garis finish pada final estafet 4X100 meter TT11-54 campuran ASEAN Para Games 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/8/2022). Tim lari estafet campuran indonesia berhasil meraih medali emas setelah menjadi yang tercepat pada nomor lari 4X100 meter campuran dengan catatan waktu 48.110 detik. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pelari estafet Indonesia melakukan selebrasi usai berhasil mencapai garis finish pada final estafet 4X100 meter TT11-54 campuran ASEAN Para Games 2022 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/8/2022). Tim lari estafet campuran indonesia berhasil meraih medali emas setelah menjadi yang tercepat pada nomor lari 4X100 meter campuran dengan catatan waktu 48.110 detik. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk ASEAN Para Games 2022 Andi Herman memastikan Indonesia menjadi juara umum pekan olahraga disabilitas se-Asia tenggara yang diselenggarakan di Solo, 30 Juli-6 Agustus.

"Alhamdulillah sampai malam ini kalau sesuai website Indonesia sudah mendapatkan 151 emas, tapi data riil di lapangan ada 168 emas," katanya di Solo, Jumat (5/8/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan perbedaan data tersebut karena masih ada sebagian perolehan medali yang belum diupacarakan sehingga belum tercatat secara resmi di website APG 2022. Menurut laman resmi APG 2022 hingga Jumat pukul 20.30 WIB Indonesia menempati peringkat pertama perolehan medali dengan total 387 medali dengan rincian 153 medali emas, 130 perak dan 104 perunggu.

Ia mengatakan pencapaian tersebut jauh melebihi target awal yakni 104 medali emas. Bahkan, ada beberapa cabang olahraga yang mampu mencapai lebih dari 300 persen dari target semula.

"Beberapa capaian ada pemecahan rekor, bahkan ada beberapa atlet yang memecahkan rekornya sendiri. Ini menjadi catatan prestasi pribadi atlet, merupakan capaian luar biasa bagi atlet," katanya.

Menurut dia, capaian tersebut tidak lepas karena dukungan seluruh pihak tanpa ada perbedaan."Ini yang membuat atlet semangat, ada momen mengekspresikan diri tanpa ada perbedaan dengan atlet lain (bukan atlet difabel)," katanya.

Meski hampir seluruhnya memperoleh medali emas, ia mengatakan, cabang olahraga sepak bola cerebral palsy (CP) harus kalah dari Thailand lewat adu penalti pada final di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

"Seluruh target yang dicanangkan CdM semua terpenuhi kecuali satu, yakni sepak bola CP kita kalah adu penalti dengan Thailand. Kami dapat perak, kalau prediksinya emas," katanya.

Sekretaris Pelaksana INASPOC Rima Ferdianto mengatakan, ada fakta menarik dari APG kali ini, yakni tuan rumah berhasil menjadi juara umum. "Di lima APG terakhir, yang namanya tuan rumah tidak pernah juara umum. Baru kali ini kita mematahkan mitos tersebut," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement