Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

15 Tanda Diabetes Sudah Merusak Kaki Anda

Sabtu 06 Aug 2022 00:30 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Kaki (ilustrasi). Secara umum, masalah pada kaki pada pengidap diabetes disebabkan oleh tak terkontrolnya kadar gula darah dalam jangka panjang.

Foto:
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak kaki.

Menurut Diabetes.co.uk, kebas pada kaki bisa mengindikasikan bahwa kadar gula darah yang tinggi sudah memengaruhi sirkulasi darah. Seperti diketahui, kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan terbentuknya deposit lemak di pembuluh darah.

Deposit lemak ini bisa menyebabkan pembuluh darah menyempit dan mengeras, sehingga mengurangi aliran darah. Kebas pada kaki juga bisa menjadi pertanda adanya kerusakan saraf di kaki atau neuropati diabetik.

Berkaitan dengan hal ini, Mayo Clinic menganjurkan pengidap diabetes untuk memeriksakan kaki mereka setidaknya satu tahun sekali ke dokter. Kaki yang terasa dingin di tengah cuaca yang tidak dingin bisa menandakan sirkulasi darah yang buruk. Biasanya, kondisi ini juga disertai dengan berkurangnya rambut yang tumbuh di kaki.

Seperti dilansir Express, Jumat (5/8/2022), perubahan warna pada kaki bisa mengindikasikan bahwa kerusakan pada kaki sudah terjadi. Perubahan ini bisa berupa warna kulit di kaki menjadi kemerahan, kekuningan, pucat, kebiruan, atau lebih gelap.

Kulit yang kering dan pecah-pecah juga disebabkan oleh neuropati diabetik. Tanda ini menyiratkan bahwa saraf-saraf tak bekerja dengan optimal untuk memberitahu otak bahwa kaki membutuhkan hidrasi.

Bila kuku kaki tumbuh secara lambat atau tampak rapuh, itu bisa jadi pertanda penyakit arteri perifer. Perlu diketahui bahwa penyakit arteri perifer bisa disebabkan oleh kolesterol tinggi, bukan hanya diabetes.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA