Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Kesepian Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung Hingga 29 Persen

Sabtu 06 Aug 2022 02:30 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Perempuan sedang bersedih (Ilustrasi). Menurut studi yang dipublikasikan oleh American Heart Association (AHA), kesepian dan isolasi sosial bisa meningkatkan risiko serangan jantung hingga 29 persen.

Foto:
Kesepian dan isolasi sosial bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Secara umum, isolasi sosial merupakan kondisi di mana seseorang jarang melakukan kontak antarmanusia untuk membangun sebuah hubungan sosial. Sedangkan kesepian merupakan kondisi di mana seseorang merasa sendirian atau merasa ingin terhubung dengan orang lain namun hubungan yang terbentuk terasa kurang.

"Ada bukti kuat yang menghubungan isolasi sosial dan kesepian dengan peningkatan risiko masalah kesehatan jantung dan otak secara umum," ujar Cene.

Di antara isolasi sosial dan kesepian, belum diketahui mana yang lebih memengaruhi kesehatan kardiovaskular. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk lebih memahami mekanisme di balik kesepian dan isolasi sosial terhadap kondisi kesehatan kardiovaskular.

Berkaitan dengan temuan ini, Cene menilai dokter juga perlu melakukan penilaian terhadap aktivitas sosial pasien. Selain memperbaiki kesehatan kardiovaskular, dokter juga dapat membantu memandu pasien untuk memperbaiki masalah kesepian atau isolasi sosial sehingga kesehatan mental mereka ikut membaik.

Kesepian dan isolasi sosial merupakan dua masalah yang tampak semakin memburuk di masa pandemi Covid-19. Meski kemajuan teknologi bisa membuat orang tetap terhubung, komunikasi yang terjalin lewat telepon video atau pesan singkat tak bisa menggantikan perasaan yang timbul dari interaksi tatap muka.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA