Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Di 10 Tahun Forum Pemred, AHY Singgung Buzzer Sebarkan Berita Bohong

Jumat 05 Aug 2022 18:41 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Erik Purnama Putra

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Foto: Prayogi/Republika.
AHY mengajak pemerintah harus bisa menyeimbangkan antara kebebasan dan pembangunan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi peran pers yang mampu menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. Pada momen politik, yaitu Pemilu 2024, AHY berharap, pers di Indonesia harus terus diperkuat agar tidak kalah dengan politik uang, politik identitas, dan politik fitnah.

AHY menekankan, kemerdekaan pers di Indonesia harus tetap terjaga dan terjamin. Peran sebagai pilar pilar demokrasi harus tumbuh dengan kuat, sehingga bisa mengawal pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih kuat.

"Berbicara demokrasi ada tiga tantangan, pertama politik uang jangan sampai merajalela, kedua politik identitas, yang sangat membelah masyarakat, dan ketiga politik fitnah, yang memproduksi buzzer-buzzer politik untuk menyebarkan informasi dan berita-berita bohong," kata AHY di acara 10 Tahun Forum Pemred bertema 'Memajukan Pers Menyatukan Bangsa' di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Baca: Bertemu di Pernikahan Putri Anies, Surya Paloh Puji AHY Ganteng Sekali

Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, menyampaikan, berdirinya Forum Pemred pada 2012, terjadi saat Partai Demokrat berkuasa. Dan kondisi saat ini, kata AHY, Partai Demokrat sudah cukup matang dan punya pengalaman, menjaga kebebasan sipil dan kebebasan pers.

AHY mengingatkan, kemerdekaan pers itu jangan sampai mundur ke belakang. Karena hal itu juga bisa membuat kemunduran demokrasi. "Pers yang berkualitas dan independen yang harus kita perjuangkan dan yang dibutuhkan Indonesia. Mencegah perpecahan, memajukan demokrasi mensejahterakan masyarakat Indonesia," terang AHY.

Saat ini, kata AHY, dunia menghadapi stagflasi. Pandemi Covid-19 yang sudah dua tahun, dan belum selesai, malah terjadi perang yang berlangsung di Ukraina. Hal itu berpengaruh langsung dengan pasokan komoditas pangan dan energi. Inflasi yang tidak bisa dikendalikan, juga ikut berpengaruh langsung atau tidak langsung ke Indonesia.

Baca: SBY Pamer Lukisan Grand Canyon Ukuran Jumbo

Karena itu, AHY setuju, masalah itu harus diselesaikan secara bersama. Dia mengakui, bukan pekerjaan setahun dua tahun persoalan itu bisa dituntaskan. Meski begitu, ia yakin, hal itu harus dikerjakan bersama, termasuk mencari solusi terbaik. Maka dalam upaya menghadapi Pemilu 2024, AHY mengajak pemerintah harus bisa menyeimbangkan antara kebebasan dan pembangunan.

"Ada yang mempertanyakan lebih penting mana kebebasan dan pembangunan? Menurut saya dua duanya bisa dijalankan. Karena itu saya sangat mendukung tema forum Pemred ini, memajukan pers menyatukan Indonesia," ujar AHY. Dalam acara 10 Tahun Forum Pemred, hadir delapan tokoh nasional yang menyampaikan pandangan dan gagasannya menghadapi tahun politik 2024.

Selain AHY, terlihat datang Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan, Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, dan Menteri BUMN Erick Thohir. Hadir pula perwakilan tokoh agama perwakilan MUI, Muhammadiyah, dan NU.

Baca: AHY-Hary Tanoe Bahas Politik Hingga Ekonomi Terkini

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA