Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Madrasah Didorong Melek Digital

Jumat 05 Aug 2022 14:10 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko

 Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa

Foto: istimewa
Kemenag saat ini berupaya agar Madrasah melek digital.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Madarasah sebagai satuan pendidikan formal di bawah binaan Kementerian Agama RI harus terlibat aktif dalam upaya mewujudkan visi Indonesia 2045. Karena itu, Kemenag saat ini berupaya agar Madrasah melek digital dan mendorong guru madrasah untuk meningkatkan komptesinya dalam bidang teknologi pendidikan.

Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, dalam buku Rencana Induk Pengembangan (RIP) Pendidikan Madrasah 2010-2030 dinyatakan bahwa visi madrasah adalah mewujudkan madrasah yang unggul dan kompetitif. Untuk mewujudkan itu, menurut dia, guru memainkan peran yang sangat penting dan strategis.

Baca Juga

“Guru harus meningkatkan kompetensi dan keterampilannya agar selaras dengan tuntutan era revolusi industri 4.0 dan era Society 5.0, yang salah satunya adalah pengausaan dalam bidang teknologi pendidikan untuk mendukung kegiatan pembelajaran,” ujar Zainut saat sambutan dalam acara peluncuran buku dan talk show bertajuk “Kecakapan Berpikir Komputasional Menyongsong Madrasah Melek Digital” di Panggung Utama IBF 2022, Gedung JCC, Kamis (4/8/) malam.

Dia menjelaskan, pendidikan teknologi telah lama dianggap sebagai gangguan atau distrupsi, yang berpotensi mengubah sistem sekolah. Namun, menurut dia, pada kenyataannya teknologi pendidikan justru dapat mendukung pembelajaran yang lebih inklusif dan berbasis keterampilan, serta dapat membantu meningkatkan proses pembelajaran.

Selain itu, menurut dia, investasi dalam teknologi pendidikan juga dapat membangun dayasitas sistem pendidikan, sehingga mampu menahan potensi distrupsi sistem di masa depan, seperti pandemi covid-19.

“Meskipun demikian, teknologi pendidikan harus digunakan untuk melengkapi guru, bukan menggantikan mereka,” ucap Zainut.

Dia menuturkan, sejumlah pendidikan menunjukkan bahwa teknologi dapat berfungsi secara efektif dalam dunia pendidikan ketika digunakan untuk menempati pengajaran kelas, bukan untuk menggantikannya. “Oleh karena itu, investasi dalam teknologi pendidikan harus dipasangkan dengan pelatihan guru yang memadai dalam menggunakan teknologi untuk memaksimalkan investasi tersebut,” kata Zainut.

Dalam konteks ini lah, menurut dia, buku “Panduan Literasi Digital untukk Guru Madrasah” dan buku “Panduan Berpikir Komputasional bagi Guru Madrasah” yang diluncurkan dalam acara ini menemukan relevansinya. Dia pun menyambut baik peluncuran dua buku yang diterbitkan Penerbit Erlangga ini.

“Buku ini merupakan salah satu bacaan yang penting untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru madrasah agar selaras dengan era revolusi industry 4.0,” kata Zainut.

Dia berharap, dua buku tersebut bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi madrasah secara khusus, dan juga para praktisi pendidikan secara umum. “Mudah-mudahan karya yang sangat monumental ini bisa bermanfaat untuk kemajuan madrasah dan kemajuan bagi kita semua,” jelas Zainut.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA