Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Menlu RI: Selandia Baru Bisa Jembatani ASEAN dan Pasifik Selatan

Sabtu 06 Aug 2022 00:35 WIB

Red: Esthi Maharani

Dari kiri ke kanan; Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah, Penjabat Wakil Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai, Menteri Luar Negeri Vietnam But Thanh Son, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Menteri Luar Negeri Kamboja Peak Sokhonn, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi , Menteri Luar Negeri Kedua Brunei Erywan Yusof, Menteri Luar Negeri Laos Saleumxay Kommasith, dan Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi berfoto bersama saat pembukaan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-55 (AMM ke-55) di Phnom Penh, Kamboja , Rabu, 3 Agustus 2022.

Dari kiri ke kanan; Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah, Penjabat Wakil Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai, Menteri Luar Negeri Vietnam But Thanh Son, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Menteri Luar Negeri Kamboja Peak Sokhonn, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi , Menteri Luar Negeri Kedua Brunei Erywan Yusof, Menteri Luar Negeri Laos Saleumxay Kommasith, dan Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi berfoto bersama saat pembukaan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-55 (AMM ke-55) di Phnom Penh, Kamboja , Rabu, 3 Agustus 2022.

Foto: AP/Heng Sinith
Selandia Baru diharapkan dapat menjadi jembatan bagi ASEAN dan Pasifik selatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selandia Baru dapat menjadi jembatan bagi hubungan ASEAN dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan, kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam Pertemuan Menlu ASEAN-Selandia Baru di Phnom Penh, Kamboja, Kamis (4/8/2022).

"Sebagai powerhouse di Pasifik Selatan, Selandia Baru diharapkan dapat menjadi jembatan bagi ASEAN dengan negara-negara Pasifik Selatan," kata Retno, menurut keterangan Kemlu RI yang diterima di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Pada pertemuan itu, Menlu RI menyampaikan harapan agar kemitraan antara ASEAN dan Selandia Baru akan dapat menjadi faktor pendorong (building blocks) bagi terciptanya perdamaian dan stabilitas di Pasifik.

"Oleh karena itu, kemitraan ASEAN dan Selandia baru harus diarahkan untuk memperkuat kepercayaan strategis, meningkatkan semangat kolaborasi dan memperkokoh penghormatan terhadap prinsip kedaulatan dan integritas wilayah," ujar Retno.

Selain itu, dia berharap kemitraan antara ASEAN dan Selandia Baru juga dapat memperkuat kerja sama pembangunan di kawasan Pasifik Selatan.

"Banyak sekali kerja sama yang dapat dilakukan antara ASEAN dengan Selandia Baru di Pasifik Selatan, termasuk kerja sama mengatasi tantangan polusi laut, perubahan iklim dan penanggulangan bencana alam," kata Menlu Retno.

Dia juga menyampaikan bahwa untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara di Pasifik Selatan, Indonesia akan menyelenggarakan Indonesia-Pacific Forum for Development (IPFD) pada akhir tahun ini.Forum itu diharapkan akan memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan dengan negara-negara Pasifik.

"Indonesia mengundang Selandia Baru untuk mendukung kegiatan ini," ujar Retno.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA