Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Pakar: Hindari Kontak dengan Pasien Cacar Monyet Jadi Pencegahan Terbaik

Jumat 05 Aug 2022 11:00 WIB

Rep: Dian Fath Risalah / Red: Nur Aini

Pseudo-pustula menjadi gejala baru cacar monyet. (ILUSTRASI)

Pseudo-pustula menjadi gejala baru cacar monyet. (ILUSTRASI)

Foto: www.freepik.com
WHO saat ini belum merekomendasikan pemberian vaksinasi massal untuk cacar monyet.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, mengatakan, hingga kini pemberian vaksinasi untuk cacar monyet atau Monkeypox masih perlu penelitian lebih lanjut. Menurut Tjandra, mnghindari kontak langsung dengan pasien masih menjadi cara pencegahan terbaik.

"Secara umum (pemberian vaksin massal) memang masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efikasi dan berapa kali harus diberikannya. Sehingga, menghindari kontak langsung dengan pasien tetap merupakan cara pencegahan terbaik," kata Tjandra, Jumat (5/8/2022).

Baca Juga

Tjandra menerangkan, dari sudut virologi virus penyebab cacar monyet masuk dalam kelompok genus orthopoxvirus, bersama dengan virus smallpox penyebab penyakit cacar yang sudah dieradikasi di muka bumi pada 1980. Karena masih dalam satu genus maka diduga bahwa mereka yang sebelum 1980 sudah pernah divaksin cacar maka akan punya proteksi juga terhadap cacar monyet.

"Dalam hal ini, Dr Anthony Fauci penasihat penyakit menular pemerintah Amerika Serikat mengatakan bahwa lamanya proteksi vaksin cacar dapat berbeda dari orang ke orang, sehingga kita tidak dapat menjamin sepenuhnya bahwa mereka yang dulu sudah divaksin cacar akan terlindung pula terhadap cacar monyet kini," tutur Tjandra.

Tjandra mengatakan, WHO saat ini belum merekomendasikan pemberian vaksinasi massal pada seluruh penduduk. Hal yang dianjurkan adalah vaksinasi pada mereka yang kontak dengan pasien cacar monyet, termasuk petugas kesehatan dan mereka dengan risiko penularan seksual.

"Sekarang ini ada satu vaksin cacar monyet yang bernama MVA-BN yang telah mendapat persetujuan penggunaan di Amerika Serikat, Kanada, dan Uni Eropa. Dua jenis vaksin lainnya, yaitu LC16 dan ACAM2000 juga dipertimbangkan untuk dapat diberikan untuk pencegahan cacar monyet," kata Tjandra yang juga merupakan Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan Kementerian Kesehatan sedang memastikan status satu pasien suspek cacar monyet di Pati, Jawa Tengah. Budi mengatakan, Kemenkes melakukan genome sequencing terhadap pasien yang mengalami gejala demam sejak 19 Juli dan mengalami bintik-bintik ini untuk memastikan apakah terkonfirmasi cacar monyet atau tidak.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA