Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Pelatih Sanggah Persib Banyak Kebobolan dari Serangan Balik

Kamis 04 Aug 2022 21:21 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Striker Madura United Pedro, diadang sejumlah pemain tim Persib pada laga Liga Indonesia antara Persib Bandung melawan Madura United di Stadion GBLA, Bandung, Sabtu (30/7/2022).Laga berakhir dengan skor 3-1 bagi kemenangan tim tamu.

Striker Madura United Pedro, diadang sejumlah pemain tim Persib pada laga Liga Indonesia antara Persib Bandung melawan Madura United di Stadion GBLA, Bandung, Sabtu (30/7/2022).Laga berakhir dengan skor 3-1 bagi kemenangan tim tamu.

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Robert mengakui jika tim bisa mengatasi bola mati tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung mendapatkan hasil minor di dua laga perdana mereka di kompetisi Liga 1 2022/2023. Persib hanya mendapatkan satu poin dan sudah kebobolan lima gol dari Bhayangkara FC dan Madura United. 

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts menyanggah timnya banyak kebobolan dari serangan balik. Menurutnya, kondisi kebobolan Persib seringkali tidak terbaca. 

Baca Juga

"Saya tidak merasa kami banyak kebobolan dari serangan balik. Jika melihat laga melawan Bhayangkara kami harus kebobolan secara tidak perlu dari situasi bola mati, bukan serangan balik," kata Robert di Stadion Sidolig, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/8/2022). 

Robert mengakui jika tim bisa mengatasi bola mati tersebut tentu Persib bisa meraih poin. Hal serupa pun terjadi ketika Persib menghadapi Madura United. 

Persib sempat unggul dari Madura United di babak pertama hingga akhirnya kebobolan di babak kedua. Robert menyebut ketika skor 1-1, tim berusaha untuk menambah pundi gol yang justru menjadi kebobolan. 

"Di laga terakhir, ketika skor menjadi 1-1, tim terlalu terpacu untuk menyerang, karena itu ada ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan Madura United untuk menembus pertahanan kami," kata Robert. 

Robert mengakui hal itu seharusnya tidak terjadi oleh timnya. Namun Persib turut menyayangkan dengan keputusan wasit khususnya pemberian penalti yang seharusnya diberikan wasit pada Persib. 

"Jika ada VAR saya rasa kami bisa memenangkan pertandingan itu. Dua penalti yang seharusnya diberikan wasit justru diabaikan, sedangkan lawan mendapatkan penalti," kata Robert. 

"Jika melihat dari video itu tidak seharusnya menjadi penalti karena tangan kiper meraih bola lebih dulu, jadi itu adalah momen yang menentukan," ujar dia menambahkan. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA