Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Pariwisata Islam Global dan Ekonomi Kreatif Dicanangkan di Aceh

Kamis 04 Aug 2022 20:30 WIB

Red: Agung Sasongko

Sejumpah peserta olahraga bersepeda melintas di lokasi objek wisata Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Aceh, Ahad (24/7/2022). Kegiatan olahraga bersepeda yang diikuti warga kota dan wistawan mengunjungi Museum Tsunami, PLTD Apung , Masjid Raya Baiturrahman dan beberapa objek wisata tsunami di pesisir pantai tersebut salah satu upaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan sejumlah objek wsiata budaya dan situs sejarah di Aceh.

Sejumpah peserta olahraga bersepeda melintas di lokasi objek wisata Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh, Aceh, Ahad (24/7/2022). Kegiatan olahraga bersepeda yang diikuti warga kota dan wistawan mengunjungi Museum Tsunami, PLTD Apung , Masjid Raya Baiturrahman dan beberapa objek wisata tsunami di pesisir pantai tersebut salah satu upaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan sejumlah objek wsiata budaya dan situs sejarah di Aceh.

Foto: ANTARA/Ampelsa
Pariwisata Islam Global dan Festival Ekonomi Kreatif dicanangkan di Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mencanangkan pelaksanaan event bertaraf internasional di Tanah Rencong dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan serta promosi wisata halalnya."Pariwisata halal episentrumnya ada di Aceh. Maka saya ingin menggagas tahun depan harus ada event internasional di sini," kata Sandiaga Uno, di Banda Aceh, Rabu (3/8/2022).

Rencananya, kata Sandi, Kemenparekraf segera mencanangkan kegiatan global Islamic tourism and creative economy festival (pariwisata islam global dan festival ekonomi kreatif) berlangsung di Aceh."Ini harus kita clear-kan, dan mari sama-sama kita canangkan 2023 atau 2024 event tersebut kita buat di Aceh, dan mengundang dunia pariwisata," ujarnya.

Baca Juga

Sandi menyampaikan, festival seperti itu perlu dilaksanakan karena Indonesia sudah berada pada posisi dua dunia untuk kategori pariwisata halal di bawah Malaysia.Dengan event tersebut, lanjut Sandi, maka dunia akan melihat Aceh dengan pariwisata halalnya, sehingga nantinya Indonesia bisa menggeser posisi negeri jiran tersebut.

"Dunia akan melihat Aceh dan mudah-mudahan pada 2025 kita menduduki posisi satu dari global muslim travel indeks. Tinggal setingkat lagi kita mengungguli Malaysia," kata Sandi.

Dalam kesempatan ini, Anggota DPR RI asal Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mendukung penuh rencana Kemenparekraf ingin membawa event internasional ke Aceh, sehingga akan berdampak positif terhadap kemajuan pariwisata halal Aceh.

Apalagi, kata Illiza, Aceh segera melaksanakan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) pada 2023 mendatang yang biasa terlaksana secara nasional. Karena itu, jika event internasional tersebut digelar maka ada peluang dipadukan dengan PKA."Ini luar biasa kalau kita bisa kolaborasikan PKA dengan global islamic tourism and creative economy festival, PKA bisa diketahui dunia," demikian Illiza.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA