Saturday, 15 Muharram 1444 / 13 August 2022

Ini Sebab Cristiano Ronaldo dan Maguire Paling Sering Dihina di Twitter

Kamis 04 Aug 2022 19:53 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Pemain Manchester United Cristiano Ronaldo dan Harry Maguire (kanan).

Pemain Manchester United Cristiano Ronaldo dan Harry Maguire (kanan).

Foto: Martin Rickett/PA via AP
Para pemain Man United paling banyak mendapat perundungan di medsos.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Popularitas, ketenaran, dan nama besar yang dirajut pesepak bola profesional dari performa di atas lapangan ternyata membawa konsekuensi tersendiri, terutama di era perkembangan media sosial (medsos). Para selebritis lapangan hijau begitu rentan menjadi korban pelecehan dan perundungan di jagat medsos.

Ekspresi kekecewaan terhadap performa di atas lapangan atau pun pilihan klub yang akan dibela seorang pesepak bola berujung pada caci-maki, cercaan, hinaan, dan perundungan terhadap pesepak bola tersebut dari para pengguna medsos.

Baca Juga

Kondisi ini yang tergambar dari studi terbaru keluaran Alan Turing Institute, yang bekerja sama dengan Ofcom Group. Dari total 2,3 juta cuitan di platform medsos, Twitter, pada paruh pertama musim ini, tepatnya pada 13 Agustus 2021 hingga 24 Januari 2021, sebanyak 60 ribu cuitan berisi pesan-pesan kebencian dan cercaan terhadap pesepak bola yang merumput di Liga Primer Inggris.

Dengan begitu, rata-rata ada 362 cuitan bernada hinaan dan cacian diunggah setiap hari atau sekitar satu per empat menit yang ditujukan kepada pemain di Liga Primer Inggris. Sebanyak 68 persen pesepak bola di Liga Primer Inggris menerima setidaknya satu kali cercaan di medsos.

Tujuh persen dari pesepak bola di Liga Primer Inggris bahkan menerima cuitan perundungan itu setiap hari. Satu dari 12 cuitan tersebut diketahui menyinggung karakter-karakter spesifik dari pemain tersebut, termasuk ras, warna kulit, ataupun gender.

Selama periode tersebut, bintang Manchester United, Cristiano Ronaldo, menjadi pemain yang paling sering mendapatkan perundungan dari medsos. Dari total 576.915 pesan yang diterima Ronaldo selama periode tersebut, 12.250 cuitan memiliki nada melecehkan dan menghina. Sementara posisi kedua ditempati rekan setim Ronaldo di Man United, Harry Maguire. Bek tengah asal Inggris itu menerima 8.954 cuitan melecehkan.

Volume terbanyak unggahan berisi pesan hinaan itu terjadi saat Ronaldo mengumumkan kepindahan dari Juventus ke Man United pada awal musim ini. Kondisi serupa juga usai Maguire mengunggah pesan permohonan maaf menyusul kekalahan Man United dari rival sekota, Manchester City, 0-2, di Stadion Old Trafford, awal November 2021.

Performa kurang meyakinkan Man United pada paruh pertama awal musim lalu ternyata berimbas pada pesan-pesan perundungan yang ditujukan kepada para penggawa Iblis Merah. Dari 10 pemain di Liga Primer Inggris yang paling mendapatkan perundungan, delapan pemain berasal dari Man United.

Selain Ronaldo dan Maguire, ada pula Marcus Rashford, David de Gea, Bruno Fernandes, Fred, Jesse Lingard, dan Paul Pogba. Selain itu, Harry Kane dan Jack Grealish menjadi dua pemain dari luar Iblis Merah yang berada di daftar tersebut.

Cuitan berisi pelecehan terhadap Kane ini agaknya bentuk kekecewaan terhadap performa top skorer Liga Primer Inggris musim 2020/2021 tersebut. Pun dengan kontribusi minimal Grealish buat performa Man City usai ditebus dari Aston Villa dengan nilai transfer dikabarkan mencapai 100 juta poundsterling. Nilai transfer yang menjadikan sebagai pemain asal Inggris termahal sepanjang sejarah.

''Temuan dalam studi ini berhasil menyoroti sisi gelap dari sepak bola di jagat media sosial. Pelecehan dan perundungan secara online tidak memiliki tempat di olahraga manapun, ataupun di masyarakat luas. Satu-satunya cara untuk mengatasi adalah kerja sama berbagai pihak,'' ujar Direktur Ofcom Group, Kevin Backhurst, seperti dilansir Sky Sports, Rabu (3/8/).

Bertie Vidge, pimpinan studi dari Alan Turing Institute, menyebut, temuan ini menujukkan pesepak bola dengan rentetan prestasi tidak luput dari perundungan di medsos. Bahkan, hampir setiap hari, pemain-pemain tersebut menerima pesan-pesan yang berisi hinaan, caci maki, dan cercaan di akun medsos miliknya.

Studi ini diketahui menjadi salah satu bagian dalam persiapan Pemerintah Inggris dalam merancang beleid baru, yang mengatur soal keamanan dan perlindungan terhadap pengguna medsos atau biasa disebut Online Safety Bill.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA