Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Jadi Sebenarnya, Cacar Monyet Sudah Masuk Indonesia atau Belum?

Kamis 04 Aug 2022 18:55 WIB

Red: Andri Saubani

Ilustrasi foto pada 1997 ini disediakan oleh CDC selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), sebelumnya Zaire, dan menggambarkan permukaan punggung tangan pasien kasus cacar monyet, yang menunjukkan munculnya ruam khas selama tahap penyembuhannya. Cacar monyet atau Monkeypox saat ini tengah mewabah di beberapa negara. (ilustrasi)

Ilustrasi foto pada 1997 ini disediakan oleh CDC selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), sebelumnya Zaire, dan menggambarkan permukaan punggung tangan pasien kasus cacar monyet, yang menunjukkan munculnya ruam khas selama tahap penyembuhannya. Cacar monyet atau Monkeypox saat ini tengah mewabah di beberapa negara. (ilustrasi)

Foto: CDC
IDI menilai cacar monyet sudah masuk Indonesia hanya saja belum terdiagnosis.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Bowo Pribadi, Dian Fath Risalah, Antara

Hasil PCR seorang pasien yang sebelumnya berstatus suspek terinfeksi penyakit cacar monyet (Monkeypox) di Jawa Tengah telah diketahui. Pasien yang bersangkutan dinyatakan negatif.

Baca Juga

Ihwal hasil pemeriksaan PCR pada pasien yang dicurigai cacar monyet di Jawa Tengah disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Saya sudah mendapatkan kabar dan hasil pemeriksaan PCR terhadap pasien tersebut negatif Monkeypox,” ungkapnya, Kamis (4/8/2022).   

Ganjar tetap mengingatkan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan kesehatan di daerahnya agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Setiap kasus (pasien) yang memiliki gejala-gejala mirip dengan cacar monyet agar segera memeriksakan diri.

”Karena itu langkah yang paling penting untuk mencegah penyakit cacar monyet ini,” tegasnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membenarkan adanya satu pasien suspek cacar monyet di Pati, Jawa Tengah, yang sedang dipastikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Budi mengatakan, pasien yang mengalami gejala demam sejak 19 Juli dan mengalami bintik-bintik ini kemudian dilakukan genome sequencing untuk memastikan apakah terkonfirmasi cacar monyet atau tidak.

"Itu sudah diambil spesimennya di tanggal 29 Juli. Sekarang sedang di genome sequencing di kita di Kemenkes," kata Budi saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (4/8).

Budi mengatakan, hasil akan akan keluar dalam beberapa ke depan.

"Saya rasa harusnya sehari dua hari bisa keluar. Karena genome sequencing itu butuh sekitar tiga hari atau lima hari untuk bisa tahu varianya apa," kata Budi.

Karena itu, kepastian terkait konfirmasi cacar monyet baru diketahui setelah hasil keluar. Dia juga memastikan, hingga saat ini belum ada kasus konfirmasi cacat monyet di Indonesia.

"Memang ada suspek, kemarin ada sembilan suspek di seluruh Indonesia, tapi begitu dikirim ke kita negatif cacar biasa. Ini ada satu di kabupaten Pati, sekarang sedang dites apakah dia cacar monyet," kata dia.

 

 
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, satu kasus suspek cacar monyet yang dilaporkan di Pati, Jawa Tengah, telah dirawat di rumah sakit untuk ditangani sesuai tata laksana kasus cacar monyet. Perihal sampel pemeriksaan pertama, lanjut Maxi, ditemukan hasil negatif, namun Kemenkes masih terus melakukan pendalaman epidemiologi.

"Sampel pertama dari oropharings memang negatif tapi kami minta ambil lagi dari cairan lesi kulit," ujar Maxi saat dikonfirmasi, Kamis.

 

photo
Karikatur Cacar Monyet. - (republika/daan yahya)
 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA