Thursday, 13 Muharram 1444 / 11 August 2022

Setelah Nama-Nama Jalan, Rumah Sakit Diganti Jadi Rumah Sehat

Kamis 04 Aug 2022 18:22 WIB

Red: Andri Saubani

Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan mengubah nama rumah sakit umum daerah (RSUD) menjadi rumah sakit di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/8/2022).

Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan mengubah nama rumah sakit umum daerah (RSUD) menjadi rumah sakit di RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (3/8/2022).

Foto: @aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengganti nama RSUD jadi Rumah Sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Zainur Mashir Ramadhan, Fauziah Mursid

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, membuat gebrakan yang kemudian menuai pro dan kontra terkait penggantian nama sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) milik DKI. Nama RSUD di lima wilayah Jakarta oleh Anies diganti menjadi Rumah Sehat.

Baca Juga

“Mengapa penjenamaan dilakukan? Karena selama ini RS kita berorientasi pada kuratif dan rehabilitatif sehingga datang karena sakit dan untuk sembuh. Untuk sembuh (orang) harus sakit dulu, sehingga tempat ini menjadi tempat orang sakit,” kata Anies di Jakarta Barat, Rabu (3/8/2022).

Menurut Anies, rencana itu sebenarnya sudah lama dibahas oleh pihak Pemprov DKI Jakarta. Meski sempat terhenti, kata dia, hal itu baru diaktifkan kembali setelah semua pendukung dan suasana lebih memungkinkan pascapandemi.

 

Penjenamaan ini, kata Anies, juga dilakukan untuk menyeragamkan seluruh simbol rumah sakit seluruh Jakarta, mengingat selama ini kerap berbeda dan jauh dari kesatuan. Padahal, semuanya dinilai Anies sebagai institusi masyarakat yang memberi pelayanan kepada masyarakat dan seluruh warga.

Nah, kita warga DKI Jakarta ingin berorientasi bisa lebih sehat. Itulah sebabnya penjenamaaan ini dilakukan, Alhamdulillah setelah dua tahun baru kita luncurkan,” tutur dia.

 

Dia berharap, seluruh jajaran pengelola rumah sehat di Jakarta bisa segera melakukan transformasi, sehingga benar-benar memberikan kesan hospitality yang mencakup keramahan, kenyamanan dan kepuasan. Menurutnya, rencana ini bisa terwujud saat ada periode transisi dalam membiasakan diri menyebut rumah sakit menjadi rumah sehat.

 

Anies mengatakan, ke depannya akan ada sosialisasi untuk mencanangkan penjenamaan itu lebih masif. Karena itu, dia mengajak semua pihak bisa ikut dalam mensosialisasikan pengistilahan yang baru itu.

“Kata kuncinya adalah sehat. Jadi kami harap tersosialisasi dan memenuhi banyak aspek tadi,” jelas dia.

Ahli Bahasa dari Universitas Indonesia (UI) Rahayu Surtiati Hidayat, menilai, tidak ada yang salah dari penggantian nama rumah sakit menjadi rumah sehat di Jakarta.

“Boleh saja, karena maknanya positif dan di RS tidak hanya orang sakit yang dirawat,” kata Rahayu kepada Republika, Rabu.

Dia menambahkan, hal itu terbukti dari dunia medis terkait ilmu kedokteran geriatri yang merawat orang lanjut usia (lansia) agar tetap bugar. Karenanya, dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut.

 

“Dan kalau kita merujuk ke kata Belanda hospital artinya tempat menerima tamu bermalam, rumah sakit,” kata dia.

 

Meski demikian, alih-alih rumah sehat, dirinya lebih setuju jika Anies mengubah nama itu menjadi rumah rawat. Meskipun, hal itu akan tetap membingungkan warga awam.

 

“Tapi singkatannya jadi RR,” candanya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA