Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Dianggap Belum Solid, Airlangga Diminta Cermati Dinamika Internal KIB dan Golkar

Kamis 04 Aug 2022 10:56 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto

Foto: istimewa
Golkar bisa saja berubah jelang pendaftaran capres-cawapres pada Pilpres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat berpandangan, internal Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih belum sepenuhnya solid. Koalisi yang terdiri dari Partai Golkar, PAN, dan PPP itu dinilai cenderung masih menunggu dan melihat perkembangan kondisi politik ke depan. 

Tidak hanya itu, dinamika di internal Partai Golkar juga dinilai masih sangat kuat. Dinamika tersebut berpotensi mengancam masa depan kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto.

Karena itu, Airlangga harus menyikapi dengan cermat dinamika di internal KIB dan Golkar. "Jadi KIB sendiri masih belum solid saya kira. Dia masih wait and see kecenderungan-kecenderungan politik yang terjadi ke depan," ujar Cecep kepada wartawan, Rabu (3/8)

Diketahui Golkar saat ini mengajukan nama Airlangga Hartarto untuk dimajukan sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang. Namun demikian, Cecep menduga, Golkar bisa saja berubah jelang pendaftaran capres-cawapres pada Pilpres 2024. 

Di sisi lain, PAN menyebut semua ketum umum partai di KIB memiliki peluang sama sebagai capres. Cecep menilai, wajar jika Golkar akan mengambil banyak porsi dalam penentuan calon yang akan diusung KIB dalam Pilpres 2024, sebagai partai anggota koalisi dengan suara tertinggi pada Pileg 2019.

"Jadi kalau pun sekarang muncul, dari tiga partai itu, peraih suara tertinggi kan Golkar. Mau tak mau, biasanya partai yang lebih banyak yang mengajukan sebagai calon," imbuhnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA