Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Desainer Tokyo Rancang Busana Khusus Hewan Peliharaan di Musim Panas

Rabu 03 Aug 2022 02:05 WIB

Rep: Eva Rianti/ Red: Nur Aini

Ilustrasi cuaca panas. Pembuat pakaian Tokyo bekerja sama dengan dokter hewan menghadirkan kipas khusus yang didesain untuk hewan peliharaan.

Ilustrasi cuaca panas. Pembuat pakaian Tokyo bekerja sama dengan dokter hewan menghadirkan kipas khusus yang didesain untuk hewan peliharaan.

Foto: AAP
Busana hewan peliharaan dilengkapi kipas untuk menghalau panas

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Pembuat pakaian Tokyo bekerja sama dengan dokter hewan menghadirkan kipas khusus yang didesain untuk hewan peliharaan. Kipas itu untuk hewan peliharaan yang menderita akibat cuaca ekstrem musim panas Jepang.

Perangkat itu terdiri atas kipas seberat 80 gram (3 ons) yang dioperasikan dengan baterai yang terpasang pada pakaian jala dan meniupkan udara ke sekitar tubuh hewan. 

Baca Juga

Rei Uzawa, presiden pembuat pakaian hamil Sweet Mommy mengatakan, dia termotivasi untuk membuatnya setelah melihat chihuahua (ras anjing terkecil) peliharaannya sendiri kelelahan setiap kali dibawa jalan-jalan di musim panas yang terik.

"Hampir tidak ada musim hujan tahun ini, jadi hari-hari panas datang lebih awal, dan dalam hal itu, saya pikir kami mengembangkan produk yang tepat untuk pasar," ujar Uzawa, dikutip dari Aljazirah, Selasa (2/8/2022). 

Setelah musim hujan di Tokyo berakhir pada akhir Juni, ibu kota Jepang mengalami gelombang panas terlama yang pernah tercatat, dengan suhu hingga 35°C (95°F) selama sembilan hari.

"Saya biasanya menggunakan paket es kering (untuk menjaga anjing tetap dingin). Tapi saya pikir lebih mudah untuk mengajak anjing saya jalan-jalan jika kita memiliki kipas ini," kata Mami Kumamoto (48 tahun), pemilik anjing pudel mini bernama Pudding dan anjing terrier bernama Maco.

Perangkat itu memulai debutnya pada awal Juli dan Sweet Mommy telah menerima sekitar 100 pesanan untuk produk tersebut, kata Uzawa. "Itu (kipas) memiliki lima ukuran berbeda dan dihargai 9.900 yen (75 dolar AS)," ujarnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA