Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Jaring Sineas Muda Berbakat, Festival Film Bulanan Kembali Digelar

Selasa 02 Aug 2022 20:14 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Film (ilustrasi). Festival Film Bulanan terbuka untuk umum bagi peserta dari seluruh Indonesia

Film (ilustrasi). Festival Film Bulanan terbuka untuk umum bagi peserta dari seluruh Indonesia

Foto: Pixabay
Festival Film Bulanan terbuka untuk umum bagi peserta dari seluruh Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Festival Film Bulanan kembali digelar. Festival Film Bulanan merupakan nama baru dari festival film pendek yang sebelumnya bernama Family Sunday Movie (FSM).  

Perubahan nama baru ini, menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, tentu bukan tanpa sebab. Sandiaga ingin mengusung pembaruan sebuah festival film. 

Baca Juga

Nama Festival Film Bulanan sendiri dipilih supaya dengan gamblang menginformasikan bahwa kegiatan festival film ini akan berlangsung rutin setiap bulan.  

Hal ini dilakukan sebagai pengingat bahwa setiap bulan terbuka kesempatan bagi para sineas muda untuk berkompetisi dan menunjukkan karyanya. 

“Ini adalah salah satu inovasi yang kami lakukan. Berbeda dengan festival sebelumnya, festival film pendek kali ini diadakan setiap bulan berdasarkan zonasi wilayah,” kata dia, Selasa (2/8/2022). 

Dia mengatakan tujuannya supaya menjadi kegiatan dengan penyebaran social impact merata sehingga menjadi program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.  

Lebih lanjut dijelaskan Sandiaga, dengan pembagian lokus seperti ini akan meningkatkan kepercayaan diri calon peserta, menstimulasi kelompok/pegiat film daerah untuk menunjukkan eksistensi dan potensi para sineas muda. 

Pada Agustus, pendaftaran akan dibuka untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.  

Sementara itu, untuk September dibuka untuk wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo. 

Lalu pada Oktober untuk wilayah Aceh, Riau, Kep. Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, dan Lampung.  

Sementara November, kompetisi diperuntukkan bagi sineas yang ada di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. 

Bagi dua film yang terpilih setiap bulan, akan mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berupa sertifikat, suvenir, publikasi di portal nasional, dan penayangan poster film di sejumlah area gedung Kemenparekraf.  

Film terpilih juga akan ditayangkan secara premier di kanal YouTube Kemenparekraf selama satu bulan dan menjadi nominasi di Malam Anugerah Festival Film Bulanan yang akan diadakan pada akhir tahun.  

Melalui Festival Film Bulanan ini, Sandiaga berharap bisa membuka jalur distribusi karya para sineas muda ke pasar nasional, bahkan internasional. 

"Tentu kita berharap momentum ini menjadi titik balik bangkitnya semangat sineas muda untuk naik kelas dan menjadi bagian dari pemulihan ekonomi melalui subsektor perfilman," kata Sandiaga. 

Karena itu, Sandiaga mengajak para sineas muda berpartisipasi dengan cara mendaftarkan karya terbaiknya mulai 2 Agustus ini.  

"Buat yang ngaku kreatif, ayo, tunjukkan eksistensi. Kesuksesan milik kalian, bukan khayalan, bukan bualan. Ikut Festival Film Bulanan, jadi sineas kebanggaan! Karena mahakarya akan selalu menemukan jalannya,” tutur Sandiaga.   

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA