Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN Bio Farma Hampir Selesai

Selasa 02 Aug 2022 13:12 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Gita Amanda

Uji kinis fase 3 vaksin Covid-19 BUMN hingga kini masih terus berjalan. (ilustrasi)

Uji kinis fase 3 vaksin Covid-19 BUMN hingga kini masih terus berjalan. (ilustrasi)

Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Uji klinis bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin Covid-19 buatan Bio Farma aman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Uji kinis fase 3 vaksin Covid-19 BUMN hingga kini masih terus berjalan. Total, 4.050 subyek relawan diuji secara nasional.

Diketahui, uji klinis dilakukan di empat Center Studi: Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia, Jakarta, FK Universitas Diponegoro Semarang), FK Universitas Andalas Padang, dan FK Universitas Hasanuddin Makassar. BUMN Farmasi optimistis uji klinis vaksin Covid-19 BUMN akan selesai tepat waktu.

Baca Juga

Vaksin Covid 19 BUMN merupakan hasil kerja sama BUMN Farmasi, Bio Farma, dengan Baylor College of Medicine, Amerika Serikat yang sudah terdaftar di tahap pengembangan kandidat vaksin WHO Covid-19 sejak Juni 2021 yang lalu. Menurut Medical Advisor Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19 BUMN Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi sesuai standard uji klinis vaksin WHO dan BPOM, semua vaksin baru harus melalui 3 tahapan uji klinis.

“Uji klinis ini, bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin Covid-19 buatan Bio Farma ini aman dapat meningkatkan kadar antibodi secara bermakna untuk melawan virus COVID, sehingga diharapkan berkhasiat (effikasi) melindungi subjek dari sakit berat dan kematian karena COVID sesuai standar Badan POM”, ungkap Sudjatmiko dalam keterangan, Selasa (2/8/2022).

Ia menambahkan, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang paling umum dilaporkan adalah nyeri lokal di sekitar area suntik dan nyeri otot dengan intensitas ringan. Sementara demam pasca penyuntikan akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari kedepan

Vaksin Covid-19 BUMN yang menggunakan teknologi Subunit Protein Rekombinan (protein Receptor Binding Domain / RBD), harus melalui perjalanan yang panjang, sampai nantinya bisa digunakan. Bermula di Uji Klinis Fase I untuk mengevaluasi keamanan dan preliminary imunogenisitas vaksin, yang melibatkan 175 subjek berusia mulai dari 18 tahun, dimulai sejak 16 Februari 2022 dengan hasil baik.

Pada Uji Klinis Fase II, bertujuan mengevaluasi dan memilih dosis vaksin terbaik untuk berlanjut ke fase 3, dengan dua kandidat formula dan melibatkan 360 subjek relawan berusia 18 tahun ke atas, dimulai pada 13 April 2022. Terakhir merupakan Uji Klinis fase 3 yang melibatkan 4.050 subjek usia 18 tahun ke atas.

“Sejak Uji klinis tahap 1 hingga uji klinis tahap 3, membutuhkan kerja keras tim sekitar 8 bulan, jika lancar uji klinis tahap tiga ini akan selesai sebelum Agustus 2022” kemudian akan dilanjutkan dengan evaluasi 6 bulan hingga 1 tahun kedepan," ujar dr. Yetty Movieta Nency, Sp.A (K) dari IBCLC.

Dalam kondisi darurat seperti saat ini, penelitian semua vaksin Covid-19 bisa dilakukan akselerasi, dengan tetap memperhatikan standar keamanan, khasiat, atau efikasi, dan mutu yang dikeluarkan oleh Badan POM serta memenuhi standar tinggi dari WHO seperti vaksin Covid-19 lain yang saat ini sudah dipakai dalam program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Soedjatmiko mengharapkan dengan adanya vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Bio Farma nantinya Indoneisa tidak perlu mengimpor dari negara lain. Karena, harganya lebih murah, menghemat cadangan devisa, bahkan bisa di ekspor ke negara lain.

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Fase 3 FK Universitas Andalas Padang, Asrawati, mengatakan, uji klinis fase tiga di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman mencatatkan jumlah 1.725 relawan. Dimana untuk menjadi relawan uji klinis, harus melalui serangkaian tes untuk memastikan kesehatan calon relawan dengan, pada rentang usia antara 18-70 tahun dan belum pernah terpapar virus Covid-19.

Setiap relawan akan mendapatkan dua kali suntikan dengan rentang waktu 28 hari. Sampai dengan hari ini, hasil uji klinis fase 3, menunjukan hasil yang baik, dan tidak ada relawan yang mengalami KIPI yang serius. Para relawan akan dipantau selama satu tahun kedepan guna memastikan keamanan serta keefektifan vaksin dalam memunculkan kekebalan dalam tubuh.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengungkapkan, saat ini Bio Farma sudah mendaftarkan hasil Uji klinis fase 3 tersebut sebagai rangkaian proses untuk mendapatkam Izin Edar Dalam Keadaan Darurat (Emergency Use Authorization / EUA) dari Badan POM. Pararel dengan hal tersebut, Bio Farma juga telah menyelesaikan audit Vaksin Covid19 oleh LPPOM MUI dan dalam waktu dekat akan tersertifkasi untuk aspek kehalalannya.

“Presiden sudah menyiapkan nama khusus untuk Vaksin Covid-19 BUMN dan Bio Farma sedang berproses untuk mendaftarkan nama tersebut ke Ditjen HKI Kemenkumham, mudah-mudahan di tanggal 17 Agustus 2022 Indonesia akan memiliki vaksin buatan Indonesia, persembahan untuk Indonesia guna memutus mata rantai Covid-19”, ungkap Honesti.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA