Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Frank's Sign: Tanda Peringatan Serangan Jantung yang Ada di Cuping Telinga

Selasa 02 Aug 2022 00:40 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda

Franks Sign pada cuping telinga merupakan prediktor penyakit jantung.

Franks Sign pada cuping telinga merupakan prediktor penyakit jantung.

Foto: ncbi.nlm.nih.gov
Frank's sign merupakan prediktor serangan jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung tiba-tiba terhenti. Meski sering kali terjadi secara tiba-tiba, terkadang serangan jantung bisa diprediksi melalui beberapa tanda yang muncul pada tubuh, termasuk telinga.

Tanda pada telinga yang dapat menjadi prediktor akan terjadinya serangan jantung adalah Frank's sign atau tanda Frank. Tanda Frank merupakan sebuah lipatan diagonal di cuping telinga.

Baca Juga

Lipatan diagonal ini tampak memanjang, seakan memisahkan cuping telinga dengan bagian daun telinga lain. Cuping telinga merupakan bagian daun telinga paling bawah, yang biasa digunakan untuk memasang anting.

Tanda Frank pertama kali ditemukan oleh dokter asal Amerika Serikat, Dr Sander Frank. Kala itu, Dr Frank menemukan tanda ini pada 20 orang pasien yang mengalami keluhan nyeri dada dan terkonfirmasi memiliki sumbatan pada arteri koroner.

Berdasarkan temuan tersebut, Dr Frank menulis sebuah surat yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine pada 1973. Dalam surat tersebut, Dr Frank mengungkapkan kemungkinan adanya hubungan antara lipatan daun telinga dengan penyakit jantung.

Sejak saat itu, beberapa studi telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tanda Frank dengan risiko penyakit jantung dan serangan jantung. Sebuah studi, misalnya, mengungkapkan bahwa tanda Frank, pola kebotakan pria, dan deposit kolesterol pada mata berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung iskemik dan serangan jantung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA