Senin 01 Aug 2022 12:37 WIB

Berobat Leukemia, Pria Ini Malah Jadi Orang Tertua di Dunia yang Sembuh dari HIV

Pria AS yang juga orang dengan HIV jalani transplantasi sel punca untuk leukemia.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
HIV/AIDS (Ilustrasi). Seorang prua di AS yang menjalani transplantasi sel punca untuk leukemia mengalami remisi dari HIV dan leukemia selama lebih dari setahun.
Foto: Flickr
HIV/AIDS (Ilustrasi). Seorang prua di AS yang menjalani transplantasi sel punca untuk leukemia mengalami remisi dari HIV dan leukemia selama lebih dari setahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pasien dinyatakan sembuh dari HIV di usia yang ke-66 tahun setelah menjalani transplantasi sel punca untuk mengobati leukemia. Keberhasilan ini menjadikan pria tersebut sebagai pasien keempat sekaligus tertua di dunia yang sembuh dari HIV.

Pasien asal Amerika Serikat ini memilih untuk merahasiakan namanya dan dikenal sebagai pasien "City of Hope". Dia pertama kali terdiagnosis dengan HIV pada 1988. Pasien ini mengungkapkan bahwa diagnosis tersebut terasa seperti "hukuman mati".

Baca Juga

Selama lebih dari 30 tahun sejak terdiagnosis, pasien "City of Hope" menggunakan antiretroviral therapy (ART). Terapi ini berfungsi untuk mengontrol kondisinya.

Selain mengidap HIV, pasien "City of Hope" juga menderita leukemia. Pasien ini lalu menjalani transplantasi sel punca (stem cell) untuk mengobati leukemianya.

Tim peneliti sengaja mencari donor sel punca dari orang yang secara alami memiliki resistensi terhadap HIV. Sebelumnya, transplantasi sel punca dari orang yang resisten terhadap HIV pernah berhasil menyembuhkan seorang pasien HIV lain bernama Timothy Ray Brown pada 2007.

Transplantasi sel punca ini dijalani oleh pasien "City of Hope" pada 3,5 tahun yang lalu. Setelah transplantasi sel punca, pasien ini juga menjalani kemoterapi dan tak lagi menggunakan ART. Saat ini, pasien "City of Hope" telah dinyatakan remisi dari HIV dan leukemia selama lebih dari setahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement