Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Catat, Daerah Jakarta Ini Bisa Minum Langsung Air Pipa pada 2023 Nanti

Ahad 31 Jul 2022 12:45 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Muhammad Fakhruddin

Catat, Daerah Jakarta Ini Bisa Minum Langsung Air Pipa pada 2023 Nanti (ilustrasi).

Catat, Daerah Jakarta Ini Bisa Minum Langsung Air Pipa pada 2023 Nanti (ilustrasi).

Foto: Dok PAM Jaya
Air pipa daerah bisa diminum langsung tanpa dimasak, karena penggunaan pipa baru.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Direktur Pelayanan PAM Jaya Syahrul Hasan mengatakan, pada 2023, sebagian daerah di Jakarta bisa minum langsung air dari pipa. Sumber air, kata dia, berasal dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sungai Ciliwung yang ada di wilayah Jakarta Selatan.

“Jadi yang tinggal di daerah Pancoran, Kalibata dan seterusnya nanti bisa minum airnya langsung,” kata Syahrul kepada awak media, Ahad (31/7).

Baca Juga

Dia menjelaskan, alasan air pipa daerah tersebut bisa diminum langsung tanpa dimasak, karena penggunaan pipa baru. Menurutnya, penyaluran SPAM Sungai Ciliwung benar-benar baru dan bisa digunakan tanpa perlu khawatir bakteri. “Jangan lihat air ciliwungnya, lihat gambaran air hasil produksinya,” lanjut dia. 

Berbeda dengan jalur perpipaan tersebut, katanya, perpipaan lain milik PAM Jaya, memang banyak yang berusia lebih dari dari seratus tahun dan telah banyak terkontaminasi bakteri. Hal itu yang membedakan dengan wilayah pipa baru tadi.

Syahrul melanjutkan, SPAM inisiasi baru, letak instalasinya ada di belakang Jalan Kemuning, Pejaten Timur. Selain itu, bisa dinikmati juga nantinya di Kelurahan Rawajati, Kelurahan Pancoran, Kelurahan Cikoko, Kelurahan Duren Tiga dan Kalibata.

Secara keseluruhan, katanya, di belakang kantor BIN akan menjadi pabrik air atau instalasi pengeloaan air sebesar 200 liter per detik. Hal itu, bisa digunakan atau dimanfaatkan oleh warga Jakarta sebanyak 150 ribu orang atau kurang lebih 15 ribu sambungan rumah. 

“Ini sebagai informasi juga, air bisa diminum atau tidak itu di Indonesia berdasarkan peraturan Permenkes 492 tahun 2010,” jelas dia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA