Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Mengenal Teknologi Pelacak Barang, Bisa Cari Barang Hilang dengan Mudah!

Jumat 29 Jul 2022 20:52 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Setyanavidita livikacansera/ Red: Dwi Murdaningsih

Airtag Apple.

Airtag Apple.

Foto: reuters
Teknologi tracking device kini makin dikenal luas, salah satunya di bagasi pesawat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus kehilangan bagasi kerap terjadi dalam berbagai penerbangan. Seperti diketahui, aaat bepergian menggunakan pesawat, tak semua barang penumpang bisa dibawa masuk ke dalam kabin.

Alhasil, banyak orang yang menitipkan barang di bagasi. Kehilangan barang di bagasi tentu membuat penumpang merasa tak nyaman. Penumpang yang tadinya ingin berwisata untuk menghilangkan stres pun, justru bisa makin stres jika barang bawaannya ada yang hilang.

Baca Juga

Dikutip dari Business Insider pekan lalu, kini teknologi menghadirkan berbagai inovasi untuk membantu menjamin keamanan barang bawaan kita di bagasi pesawat. Salah satu yang kini mulai dikenal luas, yakni tracking device.

Saat ini, salah satu tracking device yang paling populer adalah perangkat dari Apple yang disebut dengan AirTag. Perangkat seukuran uang logam tersebut didesain untuk mampu memberikan informasi lokasi secara akurat dan realtime.

Bentuknya yang ringkas pun membuatnya bisa disematkan dalam beberapa benda penting seperti kunci, dompet, tas ataupun koper. Tak heran, perangkat ini diyakini bisa membantu pengguna menemukan barangnya yang hilang. Sejumlah traveler pun sengaja meletakkan perangkat tersebut pada barang yang masuk ke dalam bagasi pesawat.

Secara teori, seharusnya jika bagasi tersebut hilang, penumpang dapat dengan mudah mengetahui lokasinya. Kemudian, meminta maskapai untuk mencari dan mengembalikan barang tersebut.

Penggunaan AirTag ketika bepergian pun terbukti mampu membantu penumpang menemukan bagasi yang hilang. Hal itu dirasakan oleh seorang penumpang Air Canada bernama Frédéric Harper.

Saat itu, ia melakukan perjalanan dari Kanada ke Irlandia. Setelah mendarat, ia tak menemukan bagasinya di bandara. Ia pun melapor kepada pihak maskapai.

Selain itu, ia juga telah membuka gawai untuk melihat lokasi AirTag yang ia letakkan dalam bagasi tersebut. "Dengan informasi itu, saya memberitahu pihak maskapai agar tidak mencari bagasinya di Irlandia karena bagasi tersebut masih tertinggal di Kanada," kata Harper.

Setelah beberapa saat, ia pun bisa mengetahui bahwa barang bawaannya yang tertinggal telah terkirim di Irlandia. Menurut dia, AirTag sangat berguna untuk memberikan informasi secara akurat soal lokasi dan pergerakan dari barang miliknya. Menurut dia, fitur itu sangat penting bagi penumpang karena maskapai tak selalu bersedia memberikan sejumlah informasi kepada penum pang secara transparan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA