Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Walikota Solo Resmikan Pelatihan Peningkatan Kapasitas UMKM Syariah

Kamis 28 Jul 2022 19:36 WIB

Red: Hiru Muhammad

Kampung Kauman Solo telah dicanangkan sebagai pilot project pengembangan kawasan kuliner halal berbasis budaya dan komunitas.

Kampung Kauman Solo telah dicanangkan sebagai pilot project pengembangan kawasan kuliner halal berbasis budaya dan komunitas.

Foto: istimewa
Pengembangan kawasan kuliner halal diharapkan mamu tingkatkan kesejahteraan UMKM

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO--Kampung Kauman Solo telah dicanangkan sebagai pilot project pengembangan kawasan kuliner halal berbasis budaya dan komunitas. Pengembangan ekosistem kawasan kuliner halal di Kampung Kauman Solo diharapkan dapat berdampak pada peningkatan kesejahteraan para pelaku UMKM di Solo yang saat ini menurut Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mencapai 17.965 UMKM.

Dalam rangka penguatan daya saing dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam ekosistem kawasan kuliner halal tersebut, MES bekerja sama dengan Bank Indonesia Solo didukung oleh Jamkrindo Syariah serta mitra strategis lainnya menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas UMKM Syariah pada Kamis, 28 Juli 2022 bertempat di Solia Hotel Yosodipuro, Solo. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Baca Juga

Ketua Kelompok Kerja Kawasan Kuliner Halal Solo, Addin Jauharudin menyampaikan terima kasih kepada para mitra strategis antara lain Bank Indonesia Solo dan Jamkrindo Syariah, komunitas, serta tim kelompok kerja yang telah berusaha keras menyukseskan agenda pelatihan kali ini.

“Terima kasih kepada para mitra strategis yang telah mendukung program ini, mudah- mudahan apa yang kita ikhtiarkan bersama dapat mejadi penggerak ekonomi umat dan pemulihan ekonomi daerah di solo”, pungkas Addin.

Lebih lanjut, Addin menjelaskan bahwa MES telah menyiapkan beberapa pelatihan untuk mendorong peningkatan kapasitas UMKM khususnya di Kampung Kauman Solo. Dirinya berharap kegiatan ini dapat menjadi katalisator terhadap langkah-langkah konkret selanjutnya dalam pengembangan Kawasan Kuliner Halal.

"MES telah mempersiapkan beberapa paket pelatihan untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM. Kegiatan beberapa sudah berjalan seperti pelatihan pendamping halal, lalu hari ini pelatihan tematik tentang pencatatan keuangan, penjaminan syariah, pengemasan produk, etika produksi makanan halal dan sehat serta pemasaran. Pelatihan berikutnya akan dilaksanakan bulan Agustus dan seterusnya, yang sudah dijadwalkan dengan materi yang berbeda" kata Addin.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo dalam sambutannya mengatakan bahwa program pengembangan kawasan kuliner halal di Kampung Kauman Solo dilakukan secara berjamaah dan diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi upaya penguatan kapasitas pelaku UMKM di Solo.

“Program ini menjadi penggerak bagi penguatan kapasitas UMKM di Solo. Kita harapkan juga program ini dapat menjadi piloting bagi pengembangan program yang serupa di daerah lainnya, mari secara berjamaah kita sukseskan program ini” ujar Joko.

Lebih lajut, Joko mengatakan bahwa keberhasilan dari program ini akan menjadi langkah positif untuk menunjukan bahwa produk kuliner halal yang didukung oleh satu ekosistem berbasis komunitas dapat meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Solo.

Sementara itu, Direktur Keuangan, SDM dan Umum PT Jamkrindo Syariah, Endang Sri Winarni mengatakan bahwa Solo merupakan salah satu kota yang memiliki kekayaan budaya termasuk didalamnya kuliner yang memiliki kekhasan dengan cita rasa yang mudah diterima oleh berbagai kalangan. Sehingga, menurutnya hal ini menjadi potensi yang patut untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Program workshop peningkatan kapasitas usaha, menurut Endang dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi para pelaku UMKM di Kota Solo yang akan berimplikasi pada meningkatnya transaksi perdagangan pelaku UMKM di Solo. Dengan demikian tidak hanya berdampak pada perekonomian daerah tetapi juga perekonomian nasional.

“Dengan mengikuti pelatihan ini, kompetensi dari rekan-rekan pelaku UMKM akan menjadi lebih baik lagi sehingga dapat mendorong perekonomian di Kota Solo, bahkan di nasional, karena terdapat peningkatan kesejahateraan ekonomi”, lanjut Endang.

Endang berharap agar program pengembangan Kawasan kuliner halal Kauman Solo ini dapat berjalan dengan sukses dan direplikasi di daerah lain untuk mendukung visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.

Mengusung tema “UMKM Kuliner Kawasan Kauman yang Berdaya Saing”, workshop ini berisi serangkaian kegiatan pelatihan dengan menghadirkan sejumlah nara sumber di antaranya, Kepala Kantor Cabang Semarang Jamkrindo Syariah, Robbi Febrio, Co- Owner Wijayanti Collection, Maliyana Nur Wijayanti, Owner Keyz Gallery Homedecor & Entikayu.id, Puspa Novita Sari, Halal Center UIN Raden Mas Said Surakarta, Ilzamha Hadijah Rusdan, dan Akademisi Universitas Wahid Hasyim, Lasmiatun.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA