Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Presiden Filipina Kunjungi Wilayah Terdampak Gempa

Jumat 29 Jul 2022 02:53 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Presiden baru Filipina Ferdinand Marcos Jr., mengunjungi wilayah yang terdampak gempa di Pulau Luzon.

Presiden baru Filipina Ferdinand Marcos Jr., mengunjungi wilayah yang terdampak gempa di Pulau Luzon.

Foto: AP/Jamillah Sta Rosa/AFP POOL
Ferdinand Marcos mengunjungi wilayah yang terdampak gempa di Pulau Luzon.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Presiden Filipina Ferdinand Marcos pada Kamis (28/7/2022) mengunjungi wilayah yang terdampak gempa di Pulau Luzon. Marcos berjanji akan membantu membangun kembali rumah-rumah yang rusak akibat gempa kuat di pulau tersebut.

Gempa berkekuatan 7,1 melanda pulau Filipina utara pada Rabu (27/7) pagi. Gempa ini menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai lebih dari 130 orang. Gempa itu juga merusak sejumlah rumah dan bangunan lain, termasuk gereja berusia berabad-abad di kota wisata Vigan.  

Baca Juga

"Untuk yang terkena dampak dan korban, mari kita pastikan bahwa kita siap untuk mendukung mereka dan memberikan semua yang mereka butuhkan," kata Marcos.

Jalan-jalan di Vigan, yang dikenal dengan arsitektur kolonial Spanyol kuno, telah dibersihkan dari puing-puing. Namun pertokoan, hotel, dan bisnis tetap tutup.

Elma Sia (52 tahun) yang bekerja di restoran mengingat guncangan dahsyat pada Rabu pagi. Dia takut terjebak dalam gempa yang begitu kuat.  

"Semuanya bergerak, piring kami pecah, lampu kami bergoyang. Kami ketakutan.

Saya bisa mendengar orang-orang berteriak dari restoran McDonald's terdekat, jadi orang-orang bergegas keluar ke alun-alun dan mulai menangis karena ketakutan," kata Sia.

Gempa juga meninggalkan jejak kehancuran di Kota Bangued di Provinsi Abra, yang berjarak 11 kilometer dari pusat gempa.  Warga berkemah bersama keluarga mereka di tempat penampungan karena mereka terlalu takut untuk tinggal di rumah.  Seismolog telah mencatat hampir 800 gempa susulan sejak gempa utama.  

"Kami sangat takut. Kami tidak mempermasalahkan barang-barang kami, kami hanya bergegas keluar," ujar seorang penduduk Erlinda Bisares kepada CNN Filipina.

Filipina rentan terhadap bencana alam dan terletak di "Cincin Api" Pasifik yang aktif secara seismik, sekelompok gunung berapi dan garis patahan yang melingkari tepi Samudra Pasifik.  Gempa bumi sering terjadi dan rata-rata ada 20 topan per tahun, beberapa diantaranya memicu tanah longsor yang mematikan.  

Administrasi Irigasi Nasional mengatakan, upaya untuk menilai kerusakan pada pekerjaan irigasi masih terhambat karena beberapa jalan belum dibersihkan dari batu-batu besar. Provinsi Luzon Utara adalah salah satu penghasil beras dan sayuran terbesar di Filipina.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA