Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Di Depan CEO Korsel, Jokowi Tegaskan Ekonomi Indonesia Masih Baik

Kamis 28 Jul 2022 12:30 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri / Red: Nidia Zuraya

Presiden RI Joko Widodo dan istrinya Iriana disambut setibanya di bandara militer Seoul di Seongnam, Korea Selatan, Rabu, 27 Juli 2022.

Presiden RI Joko Widodo dan istrinya Iriana disambut setibanya di bandara militer Seoul di Seongnam, Korea Selatan, Rabu, 27 Juli 2022.

Foto: Shin Hyun-woo/Yonhap via AP
Tren investasi Korea Selatan di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan para CEO perusahaan-perusahaan Korea Selatan di Lotte Hotel, Seoul, Kamis (28/7/2022). Dalam pertemuan ini, Jokowi menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia saat ini dalam keadaan yang baik.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal yang pertama berada pada angka 5,01 persen, kemudian inflasi juga masih bisa dikendalikan di angka 4,3 persen. Sementara surplus perdagangan Indonesia di semester pertama tahun ini mencapai 24,8 miliar dolar AS.

Baca Juga

"Sebuah lompatan juga dari kami yang sangat besar. Ini juga banyak karena dukungan dari bapak-bapak semuanya terutama yang orientasinya ekspor," ucap Jokowi, dikutip dari siaran pers Istana.

Kepada para CEO, Jokowi pun menyampaikan terima kasih atas investasi yang telah ditanamkan. Ia juga menilai tren investasi Korea Selatan menunjukkan peningkatan yang signifikan.

"Sekarang Korea Selatan adalah investor terbesar keenam di Indonesia, ini sebuah capaian yang sangat bagus dan harapan kita semuanya Korea Selatan bisa masuk ke nantinya tiga besar, top 3 di Indonesia," ungkapnya.

Jokowi menyampaikan, saat ini Pemerintah Indonesia terus menyederhanakan dan mempermudah regulasi dengan hadirnya omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja. Menurutnya, UU Cipta Kerja ini merupakan sebuah reformasi struktural untuk memberikan peluang investasi yang sebesar-besarnya.

Meskipun demikian, Jokowi meminta para investor agar tidak segan menyampaikan kendala di lapangan kepada para menteri atau bahkan kepada Presiden langsung.

"Saya tadi tidak mendengarkan keluhan-keluhan yang berat yang mungkin terjadi di lapangan. Tetapi apabila ada masalah-masalah tolong disampaikan kepada Menteri Investasi Pak Bahlil atau kepada Pak Menko Maritim dan Investasi, kalau ada masalah. Kalau mentok berdua ini tidak bisa menyelesaikan bisa ke saya, baik yang berkaitan dengan izin-izin, baik yang mungkin berkaitan dengan imigrasi dan lain-lainnya," ujar Jokowi.

Dalam pertemuan itu, para CEO pun memberikan tanggapannya atas iklim investasi di Indonesia yang dinilai sangat kondusif.

Adapun para CEO yang hadir dalam pertemuan ini yaitu CEO of POSCO Kim Hag-dong, Vice Chairman/CEO of Lotte Chemical Kim Gyo-hyun, Vice Chairman/CEO of LG Corp Brian Kwon, Chairman of CJ Group Sohn Kyung-Sik, Chairman of LS Group Koo Ja-Eun, Vice Chairman/CEO of GS E&C Lim Byeong-yong, CEO of Samsung Electronics Roh Tae-moon, CEO of LX Holdings Roh Jin-seo, Chairman of Taekwang Park Joo-hwan, Chairman of KCC Glass Mong-ik Chung, dan Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia Park Tae-sung.

Sedangkan Presiden turut didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea Gandi Sulistiyanto, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Investasi Ikmal Lukman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA