Kamis 28 Jul 2022 11:43 WIB

Presiden Argentina akan Pecat Menteri Ekonomi 

Pemecatan dilakukan di tengah krisis ekonomi yang memburuk di Argentina.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Surat kabar Argentina Clarín melaporkan Presiden Alberto Fernández akan memecat Menteri Ekonomi Silvina Batakis yang baru menjabat selama beberapa pekan.
Foto: AP/Marco Ugarte
Surat kabar Argentina Clarín melaporkan Presiden Alberto Fernández akan memecat Menteri Ekonomi Silvina Batakis yang baru menjabat selama beberapa pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, BUENOS AIRES -- Surat kabar Argentina Clarin melaporkan Presiden Alberto Fernández akan memecat Menteri Ekonomi Silvina Batakis yang baru menjabat selama beberapa pekan. Harian itu mengutip sumber-sumber dari pemerintah, Kamis (28/7/2022).

Pemecatan ini dilaporkan saat krisis ekonomi negara Amerika Latin itu terus memburuk. Clarin melaporkan kepala majelis rendah Kongres, Sergio Massa akan menggantikan Batakis.

Baca Juga

Kementerian Ekonomi dan kantor kepresidenan Argentina tidak menanggapi permintaan komentar. Di Twitter, Massa mengatakan ia belum menerima tawaran jabatan apa pun.

Ia menekankan "banyak rumor" tapi ia tidak mengatakan ia tidak akan menerima tawaran jabatan menteri. "Saya belum menerima tawaran apa pun dan saya baru berbicara dengan presiden," cicitnya.

Ia mencatat percakapan itu dilakukan antara Jumat dan Sabtu pekan lalu. Massa mengatakan pengumuman akan disampaikan melalui saluran resmi.

Laporan Clarin dirilis saat Batakis baru pulang dari Washington. Ia  menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan para investor, pemberi pinjaman dan pejabat pemerintah AS.

Pemecatannya menandai guncangan terbaru pada pemerintah koalisi yang sudah terpecah mengenai upaya menanggulangi inflasi, utang dan melemahnya nilai mata uang peso.

Batakis menggantikan Martin Guzman yang merupakan menteri ekonomi pertama Guzman yang tiba-tiba mengundurkan diri pada awal bulan ini. Ia tidak yakin dengan prospek jangka pendek perekonomian terbesar ketiga di Amerika Latin itu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement