Rabu 27 Jul 2022 17:13 WIB

Jadi Penghuni Baru LQ45, Intip Prospek ARTO dan BRIS

Memasuki 2022, kedua emiten tersebut mulai menunjukkan hasil kinerja yang positif. 

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Karyawan mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). JAKARTA -- Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) merupakan dua dari tiga penghuni baru dalam indeks LQ45. Masuknya ARTO dan BRIS menambah proporsi saham sektor perbankan di indeks paling likuid tersebut.    Berdasarkan nilai transaksi, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, saham ARTO dan BRIS layak masuk dalam indeks LQ45.
Foto: Prayogi/Republika.
Karyawan mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). JAKARTA -- Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) merupakan dua dari tiga penghuni baru dalam indeks LQ45. Masuknya ARTO dan BRIS menambah proporsi saham sektor perbankan di indeks paling likuid tersebut.  Berdasarkan nilai transaksi, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, saham ARTO dan BRIS layak masuk dalam indeks LQ45. "Keduanya wajar jika masuk dalam LQ45 terutama BRIS yang mencatatkan peningkatan signifikan," kata Valdy, Rabu (27/7/2022).  Kelayakan ARTO dan BRIS berada di indeks LQ45 juga bisa dilihat dari sisi kinerja yang cukup memuaskan. Memasuki 2022, kedua emiten tersebut mulai menunjukkan hasil kinerja yang positif.  ARTO mencatatkan laba bersih pada kuartal II 2022 dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih merugi. Meski belum merilis kinerja kuartal II 2022, BRIS juga telah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 33,18 persen yoy menjadi Rp 987,68 miliar di kuartal I 2022. Valdy melihat, kedatangan kedua saham tersebut juga akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap indeks, terutama ARTO. Seperti diketahui, ARTO memiliki kapitalisasi pasar yang cukup besar dan rasio kepemilikan publik yang mencapai lebih dari 20 persen.  Potensi bobot ARTO pada indeks LQ45 bisa mencapai 1,9-2 persen. Di sisi lain, potensi bobot BRIS dalam LQ45 diperkirakan tidak sebesar ARTO, atau sekitar 0,19 persen. Valdy menilai, ARTO dan BRIS masih memiliki prospek yang cukup menarik ke depan. BRIS berencana melakukan perluasan pasar ke Inggris, Amerika Serikat (AS), Jepang, Singapura dan Arab Saudi guna mencapai target masuk dalam 10 bank Syariah terbesar di dunia. Sementara ARTO memiliki peluang untuk optimalisasi pendapatan dengan memanfaatkan jumlah pengguna ekosistem afiliasi yang sangat besar. Salah satunya melalui kolaborasi partnership lending, baik dengan afiliasi maupun non-afiliasi. Masuknya ARTO dan BRIS ke dalam indeks LQ45 menjadi sentimen positif untuk kedua saham. Pada hari pertama sebagai konstituen LQ45, Selasa (26/7), saham ARTO melompat hingga 6,12 persen. Sedangkan BRIS menguat 2,83 persen. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) merupakan dua dari tiga penghuni baru dalam indeks LQ45. Masuknya ARTO dan BRIS menambah proporsi saham sektor perbankan di indeks paling likuid tersebut. 

Berdasarkan nilai transaksi, Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, saham ARTO dan BRIS layak masuk dalam indeks LQ45. "Keduanya wajar jika masuk dalam LQ45 terutama BRIS yang mencatatkan peningkatan signifikan," kata Valdy, Rabu (27/7/2022). 

Baca Juga

Kelayakan ARTO dan BRIS berada di indeks LQ45 juga bisa dilihat dari sisi kinerja yang cukup memuaskan. Memasuki 2022, kedua emiten tersebut mulai menunjukkan hasil kinerja yang positif. 

ARTO mencatatkan laba bersih pada kuartal II 2022 dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih merugi. Meski belum merilis kinerja kuartal II 2022, BRIS juga telah mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 33,18 persen yoy menjadi Rp 987,68 miliar di kuartal I 2022.

Valdy melihat, kedatangan kedua saham tersebut juga akan memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap indeks, terutama ARTO. Seperti diketahui, ARTO memiliki kapitalisasi pasar yang cukup besar dan rasio kepemilikan publik yang mencapai lebih dari 20 persen. 

Potensi bobot ARTO pada indeks LQ45 bisa mencapai 1,9-2 persen. Di sisi lain, potensi bobot BRIS dalam LQ45 diperkirakan tidak sebesar ARTO, atau sekitar 0,19 persen.

Valdy menilai, ARTO dan BRIS masih memiliki prospek yang cukup menarik ke depan. BRIS berencana melakukan perluasan pasar ke Inggris, Amerika Serikat (AS), Jepang, Singapura dan Arab Saudi guna mencapai target masuk dalam 10 bank Syariah terbesar di dunia.

Sementara ARTO memiliki peluang untuk optimalisasi pendapatan dengan memanfaatkan jumlah pengguna ekosistem afiliasi yang sangat besar. Salah satunya melalui kolaborasi partnership lending, baik dengan afiliasi maupun non-afiliasi.

Masuknya ARTO dan BRIS ke dalam indeks LQ45 menjadi sentimen positif untuk kedua saham. Pada hari pertama sebagai konstituen LQ45, Selasa (26/7), saham ARTO melompat hingga 6,12 persen. Sedangkan BRIS menguat 2,83 persen. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement