Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan

Selasa 26 Jul 2022 19:15 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Qommarria Rostanti

Kebiasaan buruk sehari-hari yang dapat merusak kesehatan, salah satunya tidak memprioritaskan tidur. (ilustrasi)

Kebiasaan buruk sehari-hari yang dapat merusak kesehatan, salah satunya tidak memprioritaskan tidur. (ilustrasi)

Foto: Republika
Manusia adalah satu-satunya spesies yang dengan sengaja menghilangkan waktu tidurnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apakah kebiasaan buruk dapat merusak kesehatan dan kebahagiaan? Menurut psikolog William Orme, perilaku seseorang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tapi juga memengaruhi kesejahteraan mental.

Dia mengatakan, hal ini paling mudah terlihat dengan kebiasaan yang tidak sehat. Namun, kebiasaan yang dianggap sehat terkadang dapat memiliki implikasi psikologis merugikan dalam kondisi tertentu. Berikut lima hal yang bisa menyebabkan kerusakan serius, seperti dilansir Eat This Not That, Selasa (26/7/2022):

Baca Juga

1. Tidak memprioritaskan tidur

Kurang tidur kronis dapat merusak kesehatan. "Manusia adalah satu-satunya spesies yang dengan sengaja menghilangkan waktu tidurnya,” ujar Direktur Pusat Ilmu Tidur Manusia di Universitas California, Berkeley, Matthew Walker.

Dia mengatakan, banyak orang menjalani hidup dalam keadaan kurang tidur. Setiap penyakit mematikan di negara maju memiliki hubungan sebab akibat, di mana yang paling signifikan karena kurang tidur.

2. Lemak perut yang berlebihan

Membiarkan lemak perut tak terkendali dapat berdampak negatif pada banyak aspek kesehatan dan kebugaran. “Lemak perut adalah jenis lemak yang paling berbahaya karena berkembang di daerah perut dan dapat mengelilingi organ dalam,” kata James de Lemos.

Dia mengatakan, penelitian di UT Southwestern menunjukkan bahwa jenis lemak ini menempatkan orang pada risiko lebih besar untuk mengembangkan beberapa jenis masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, diabetes, masalah hati, beberapa jenis kanker, dan risiko kematian mendadak.

3. Bekerja sepanjang hari di meja

Duduk sepanjang hari sangat buruk bagi kesehatan. “Penelitian telah mengaitkan duduk dalam waktu lama dengan sejumlah masalah kesehatan," ujar Edward R Laskowski.

Dia menjabarkan risiko buruk itu termasuk obesitas, peningkatan tekanan darah, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, dan kadar kolesterol tidak sehat, yang membentuk sindrom metabolik. Terlalu banyak duduk juga tampaknya meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan kanker.

4. Minum alkohol

Minum banyak alkohol adalah penyebab utama kematian di AS. “Kami telah melihat pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah orang yang memerlukan evaluasi untuk transplantasi hati, setidaknya di sini di fasilitas kami karena tim kami melakukan evaluasi tersebut,” kata Direktur Pendidikan Psikiatri Kecanduan dan Co-Direktur Layanan Penghubung Konsultasi Psikiatri kecanduan di Pusat Medis Universitas Nebraska di Omaha, Alёna A Balasona.

Dia menjelaskan, seseorang benar-benar dapat mengembangkan penyakit hati hingga memerlukan transplantasi. Penyakit hati terkait alkohol adalah penyebab utama kebutuhan transplantasi. Konsumsi alkohol juga dapat berdampak pada jantung, terkena kardiomiopati, dan peningkatan tekanan darah yang dapat meningkatkan risiko strok.

5. Merokok

Merokok adalah penyebab utama kematian yang dapat dicegah di AS. "Merokok berkontribusi pada hampir satu dari lima kematian," ujar salah seorang dokter di Massachussets General Hospital, Wynne Armand.

Dia menjelaskan tiga penyebab kematian terkait merokok adalah penyakit kardiovaskular, kanker paru-paru, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Selain tiga teratas ini, merokok juga terkait dengan sejumlah kanker lain, peningkatan kemungkinan pilek, dan infeksi, diabetes, osteoporosis dan patah tulang pinggul, masalah dalam kehamilan, kesulitan ereksi, sakit maag, penyakit gusi, dan masih banyak lagi. Berhenti merokok dapat memperpanjang usia hidup.

"Kebanyakan perokok mencoba tiga kali sebelum berhasil berhenti. Jangan menyerah. Bahkan jika Anda sudah menjadi perokok seumur hidup, tidak ada kata terlambat untuk berhenti,” kata ahli paru, Humberto Choi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA