Selasa 26 Jul 2022 17:03 WIB

IHSG Ditutup Menguat, Saham BUMI Lompat Hingga 15 Persen

Sektor migas dan bahan baku menjadi menguat IHSG hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan Selasa (26/7). IHSG ditutup menguat sebesar 0,19 persen atau naik 13 poin ke level 6.871,53. Sektor migas dan bahan baku menjadi pendorong kenaikan IHSG dengan BUMI melesat signifikan 15 persen, HRUM naik 2,19 persen, ANTM naik 1,99 persen dan ADRO naik 1,94 persen.
Foto: Prayogi/Republika.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan Selasa (26/7). IHSG ditutup menguat sebesar 0,19 persen atau naik 13 poin ke level 6.871,53. Sektor migas dan bahan baku menjadi pendorong kenaikan IHSG dengan BUMI melesat signifikan 15 persen, HRUM naik 2,19 persen, ANTM naik 1,99 persen dan ADRO naik 1,94 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau pada perdagangan Selasa (26/7). IHSG ditutup menguat sebesar 0,19 persen atau naik 13 poin ke level 6.871,53. 

Sektor migas dan bahan baku menjadi pendorong kenaikan IHSG dengan BUMI melesat signifikan 15 persen, HRUM naik 2,19 persen, ANTM naik 1,99 persen dan ADRO naik 1,94 persen. 

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan sentimen eksternal dan internal turut menopang menguatnya IHSG. Dari ekternal, mayoritas indeks bursa regional juga cenderung menguat.

"Tampaknya pelaku pasar dan investor bersikap realistis jelang kenaikan suku bunga acuan The Fed pada akhir pekan ini untuk memerangi inflasi Amerika Serikat," kata Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (26/7).

Sementara itu, pemerintah China terus berupaya memulihkan ekonomi dengan meningkatkan dukungan keuangan untuk perusahaan budaya dan pariwisata, serta mengarahkan lebih banyak kredit ke sektor-sektor yang sangat terpengaruh oleh wabah Covid-19.

"Tentunya ini membuat pelaku pasar dan investor memberikan pandangan positif dan optimistis ekonomi China akan bangkit dan pulih," tulis riset.

Dari dalam negeri, pemerintah kembali memberikan stimulus perpajakan yaitu dengan perpanjang insentif pajak hingga akhir 2022. Perpanjangan insentif pajak ini direspons positif sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement