Sabtu 23 Jul 2022 06:30 WIB

Abai Masker Jadi Faktor Peningkatan Covid-19 di Kota Bogor

Pada Jumat terjadi kenaikan kasus Covid-19 hingga 117 kasus di Bogor.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Indira Rezkisari
Sejumlah warga berjalan di Alun-Alun Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022). Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk kembali menggunakan masker saat di luar ruangan karena pandemi COVID-19 masih belum berakhir terutama adanya kenaikan kasus akibat dua subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.
Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Sejumlah warga berjalan di Alun-Alun Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022). Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk kembali menggunakan masker saat di luar ruangan karena pandemi COVID-19 masih belum berakhir terutama adanya kenaikan kasus akibat dua subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memprediksi peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bogor terjadi hingga akhir Juli 2022. Sebagian besar faktor meningkatnya kasus lantaran masyarakat saat ini abai menggunakan masker.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Bogor, terjadi peningkatan kasus harian dalam tiga hari terakhir. Pada Rabu (20/7/2022) dilaporkan 70 kasus baru, pada Kamis (21/7/2022) tercatat 95 kasus baru, dan Jumat (22/7/2022) semakin naik dengan 117 kasus baru.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menyebut kenaikan kasus Covid-19 tidak hanya terjadi di Kota Bogor. Namun kasus secara nasional juga naik disumbang dari kenaikkan di masing-masing wilayah kota/kabupaten di Indonesia.

Retno menyebutkan, ada beberapa faktor penyebab kasus Covid-19  kembali mengalami kenaikan saat ini. Pertama karena varian baru Covid-19 jenis BA.4 dan BA.5 yang masuk ke Indonesia, kedua mobilitas manusia yang saat ini tinggi, juga kecenderungan masyarakat saat ini abai protokol kesehatan (prokes), cenderung abai menggunakan masker.

“Kita juga mewaspadai kedatangan haji nantinya. Jadi kita prediksi kenaikkan kasus masih akan terjadi hingga akhir Juli 2022,” ujar Retno, Jumat (22/7/2022).

Ia menegaskan, salah satu penangkal penyebaran virus secara sederhana yakni tetap menjaga prokes. Baik di dalam dan di luar ruangan, tetap memakai masker sesuai imbauan dari Presiden.

“Tetapi masyarakat saat tidak peduli, terlena dengan kasus melandai beberapa bulan ke belakang, ditambah mobilitas manusia dari tempat satu ke tempat lain juga sudah mulai normal,” tutur Retno.

Menurutnya, berdasarkan hasil tracing yang dilakukannya, ada tiga klaster yang menyebabkan kasus Covid-19 di Kota Bogor mengalami kenaikan. Di antaranya, klaster dari luar kota, keluarga hingga kontak erat.

“Ketiga klaster itu dan kemarin dia tertularnya ada riwayat luar kota dan luar negeri. Tapi rata-rata gejalanya ringan semua. Saat ini yang penting disiplin prokes dan booster,” pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement