Jumat 22 Jul 2022 09:52 WIB

IHSG Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Bullish Akhir Pekan

IHSG dibuka menguat ditopang sektor komoditas dan kenaikan saham BUKA

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Jumat (22/7). IHSG naik ke posisi 6.871,51 setelah mengalami koreksi pada penutupan perdagangan kemarin. Penguatan saham sektor komoditas menjadi pendorong IHSG naik ke teritori positif. INCO naik 2,88 persen, ANTM naik 2,39 persen, MDKA 2,12 persen dan TINS naik 1,81 persen. Kenaikan IHSG juga ditopang BUKA yang menguat 3,57 persen.
Foto: Prayogi/Republika.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Jumat (22/7). IHSG naik ke posisi 6.871,51 setelah mengalami koreksi pada penutupan perdagangan kemarin. Penguatan saham sektor komoditas menjadi pendorong IHSG naik ke teritori positif. INCO naik 2,88 persen, ANTM naik 2,39 persen, MDKA 2,12 persen dan TINS naik 1,81 persen. Kenaikan IHSG juga ditopang BUKA yang menguat 3,57 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Jumat (22/7). IHSG naik ke posisi 6.871,51 setelah mengalami koreksi pada penutupan perdagangan kemarin. 

Penguatan saham sektor komoditas menjadi pendorong IHSG naik ke teritori positif. INCO naik 2,88 persen, ANTM naik 2,39 persen, MDKA 2,12 persen dan TINS naik 1,81 persen. Kenaikan IHSG juga ditopang BUKA yang menguat 3,57 persen. 

Naiknya IHSG sejalan dengan indeks saham utama di Wall Street yang ditutup naik pada perdagangan semalam. Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) bertenor 10 tahun anjlok 15,9 bps menjadi 2,88 persen. 

Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan investor mencerna rilis data ekonomi AS yang keluar lebih buruk dari ekspektasi. Angka Initial Jobless Claims sudah merangkak naik selama 3 minggu beruntun dan mencapai level tertinggi sejak November 2021. 

"Investor memang sedang memantau data ini di tengah semakin banyaknya perusahaan yang menunda perekrutan pegawai atau bahkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)," kata Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Jumat (22/7). 

Data Philadelphia Fed Manufacturing Index turun ke level -12.3 di bulan Juli, terendah sejak Mei 2020, dari level -3.3 pada bulan sebelumnya dan jauh di bawah estimasi yang berada di level 0. Ini adalah penurunan selama 4 bulan beruntun.

Dari pasar tenaga kerja, jumlah orang yang untuk pertama kali mencairkan tunjangan pengangguran (Initial Jobless Claims) bertambah 251.000 orang untuk minggu yang berakhir 16 Juli, lebih besar dari penambahan 244.000 pada minggu sebelumnya.

Dari Eropa, bank sentral Eropa (ECB) memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps untuk menjinakkan inflasi. Ini adalah kenaikan suku bunga acuan yang pertama sejak 2011 dan yang terbesar sejak 2000. 

Selama ini investor mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 bps, sesuai dengan arahan atau panduan (forward guidance) ECB. Namun ternyata justru ECB sendiri yang melanggar panduan mereka.

ECB juga memperkenalkan sebuah rencana perlindungan surat utang bernama Transmission Protection Instrument (TPI) yang di rancang untuk membatasi biaya pinjaman di seluruh wilayah zona Euro.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah bergerak turun selama 2 hari beruntun seiring munculnya kekhawatiran atas permintaan minyak akibat bertambahnya persediaan bensin di AS dan kenaikan suku bunga oleh ECB. 

IHSG diproyeksi berpotensi menguat hari ini. Phillip Sekuritas Indonesia pun merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi menguat secara teknikal.

AGII

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Entry Price        : 2250-2260

Target Price 1     : 2570

Target Price 2     : 2730

Stop Loss          : 1930

MCAS

Short Term Trend   : Sideways

Medium Term Trend  : Bullish

Entry Price        : 12550

Target Price 1     : 13225

Target Price 2     : 13575

Stop Loss          : 11850

PNBN

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Entry Price        : 1880-1885

Target Price 1     : 2030

Target Price 2     : 2110

Stop Loss          : 1740

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement