Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Milos Pejic: Pebasket Indonesia Butuh Jam Tanding Lebih Banyak dan Kompetitif

Kamis 21 Jul 2022 17:08 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih tim nasional bola basket Indonesia, Milos Pejic.

Pelatih tim nasional bola basket Indonesia, Milos Pejic.

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Pejic berharap Liga Bola Basket Indonesia (IBL) meningkat levelnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengalaman bertanding akan membantu meningkatkan level permainan dari seorang atlet. Pelatih kepala timnas basket putra Indonesia, Milos Pejic, menyatakan pemain butuh bertanding di liga yang kompetitif lebih banyak lagi.

Ketika jumpa pers dengan media di Kantor PP Perbasi GBK Arena lantai 8 Jakarta, Kamis (21/7/2022), Milos Pejic mengatakan, pertama ia ingin berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung basket Tanah Air dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga

"Untuk bisa mewujudkan timnas yang baik, harus ada sinergi mulai dari penyelenggara kompetisi, hingga Perbasi. Saat ini tim sudah harus butuh regenerasi untuk bersaing di level Asia. Secara garis besar semua harus bersatu untuk meningkatkan basket Indonesia," ujar Pejic yang berasal dari Serbia.

Untuk pertandingan di liga, lanjut Pejic, ia merasa harus diperbanyak seperti 50 game setiap tahunnya. "Tetapi kami juga butuh game yang berkualitas. Untuk itu dari sekarang butuh pemain yang improve baik dari segi fisik maupun IQ basketball," jelasnya.

Pejic pun berharap liga dalam negeri yakni Liga Basket Indonesia (IBL) lebih meningkat lagi levelnya. Pemain Indonesia juga butuh bermain di luar negeri untuk meningkatkan kemampuan.

"Kami juga akan lanjutkan program Indonesia Patriots di mana setiap tahun ada 15 pemain. Sehingga semakin banyak memiliki pelapis," ujar Milos yang mengantar klub Satria Muda juara IBL 2021. "Di Indonesia sendiri kami butuh pemain yang tinggi besar atau kalaupun berpostur kecil namun cepat dan punya power. Hal itu harus diwujudkan dari adanya sinergi yang bagus antara pemain dengan improve pada setiap kompetisi."

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA