Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Rupiah Melemah Jelang Pengumuman Hasil Rapat Bank Sentral

Kamis 21 Jul 2022 10:32 WIB

Red: Nidia Zuraya

Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang asing. ilustrasi

Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang asing. ilustrasi

Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah mendekati posisi Rp 15.000 per dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (21/7/2022) pagi melemah jelang pengumuman hasil rapat bank sentral. Rupiah pagi ini bergerak melemah 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp 14.993 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.990 per dolar AS.

"Memang dalam beberapa minggu terakhir kalau kita perhatikan selalu bergerak di kisaran Rp 15.000, tapi closing-nya selalu di bawah Rp 15.000," kata Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto saat dihubungi di Jakarta, Kamis (21/7/2022).

Baca Juga

Rully memproyeksikan rupiah hari ini akan sedikit melemah seiring dengan pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada siang ini."Market masih split, antara (suku bunga BI) naik or stay," ujar Rully.

RDG BI Juni 2022 lalu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5 persen. Sebelumnya, bank sentral menyatakan siap untuk menyesuaikan suku bunga acuan jika ada tanda-tanda inflasi inti yang terdeteksi lebih tinggi, sehingga akan tetap mewaspadai tekanan inflasi dan dampaknya terhadap ekspektasi inflasi.

Adapun inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) mulai meningkat, yang didorong oleh tekanan dari sisi penawaran sebagai akibat wajar dari kenaikan harga komoditas internasional. Namun, inflasi inti tetap dalam target kisaran BI sebesar dua persen hingga empat persen.

"Secara umum kondisi ekonomi Indonesia cukup baik. Data rilis terakhir FDI kita naik cukup signifikan pada kuartal II 2022," kata Rully.

Dari dalam negeri, investasi langsung asing atau Foreign Direct Investment (FDI), tidak termasuk investasi di sektor perbankan dan migas, melompat 39,7 persen (yoy) pada kuartal II 2022, lebih cepat dari pertumbuhan FDI sebesar 31,8 persen (yoy) pada kuartal I 2022 di tengah upaya pemerintah memperbaiki iklim usaha dan kemudahan berusaha di Indonesia.

Rully memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.950 per dolar AS hingga Rp 15.000 per dolar AS.Pada Rabu (20/7/2022) lalu, rupiah ditutup melemah 13 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp 14.990 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.977 per dolar AS.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA