Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Pemkab Garut Verifikasi Data Rumah Terdampak Banjir

Rabu 20 Jul 2022 23:40 WIB

Red: Ani Nursalikah

Sejumlah warga membersihkan rumah yang terdampak banjir bandang di Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Ahad (17/7/2022). Pemkab Garut Verifikasi Data Rumah Terdampak Banjir

Sejumlah warga membersihkan rumah yang terdampak banjir bandang di Kampung Dayeuh Handap, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Ahad (17/7/2022). Pemkab Garut Verifikasi Data Rumah Terdampak Banjir

Foto: Republika/Bayu Adji
Data rumah terdampak banjir akan menjadi dasar penyaluran bantuan dana.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat menurunkan tim untuk memverifikasi data rumah warga yang terdampak banjir bandang. Data tersebut akan menjadi dasar penyaluran bantuan dana dari pemerintah.

"Ada lima tim dari Perkim (Dinas Perumahan dan Permukiman) yang terus melakukan verifikasi dan validasi," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, Rabu (20/7/2022).

Baca Juga

"Usulan dari kecamatan dari desa, RT, RW, sudah masuk ke BPBD, dari BPBD kita minta Perkim untuk melakukan verifikasi dan validasi," ia menambahkan.

Setelah Dinas Perumahan dan Permukiman Garut selesai melakukan verifikasi dan validasi data rumah warga yang terdampak banjir, pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan dana Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta per rumah. Bantuan dana diberikan kepada warga yang dinilai layak menerima bantuan dari pemerintah.

Wakil Bupati meminta petugas pemerintah di lapangan memastikan bantuan sampai pada warga yang memang layak menerima bantuan dari pemerintah. "Siapa pun yang ditugaskan membagikan uang ini agar tepat sasaran, kalau tidak nanti ada aparat hukum yang bertindak," kata Helmi.

Ia mengatakan penanganan dampak bencana sampai sekarang masih berlangsung. Pemerintah daerah sudah menurunkan petugas dan mengerahkan alat berat untuk membersihkan sampah dan material sisa banjir. "Di beberapa tempat yang memang paling parah, sekarang alhamdulillah lumpur sudah mulai tidak ada, ada juga tipislah di beberapa tempat," kata Helmi.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA