Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Muhammadiyah Dukung Timor Leste Jadi Anggota ASEAN

Rabu 20 Jul 2022 13:14 WIB

Red: Agus raharjo

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir.

Foto: Dokumen
Presiden Ramos Horta mendukung Muhammadiyah dan NU raih Nobel Perdamaian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan dukungannya kepada Timor Leste untuk menjadi anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). "Kami Muhammadiyah mendukung Timor Leste menjadi anggota ASEAN," ujar Haedar Nashir usai menerima kunjungan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Haedar Nashir juga menyampaikan terima kasihnya kepada Horta yang telah mengusulkan organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai penerima Nobel Perdamaian. "Presiden Timor Leste Ramos Horta termasuk tokoh yang mendukung kami (Muhammadiyah) bersama NU (Nadhlatul Ulama) untuk memperoleh Nobel Perdamaian," katanya.

Baca Juga

Dalam kesempatan itu, kedua belah pihak juga membicarakan kerja sama bidang pendidikan, kesehatan serta dalam peran-peran kemanusiaan. "Hal itu satu pandangan dimana Presiden Ramos Horta juga menaruh perhatian pada persoalan-persoalan perdamaian dan kemanusiaan di tingkat global," tuturnya.

PP Muhammadiyah menerima kunjungan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Kunjungan Horta itu merupakan salah satu agenda dalam kunjungan kenegaraan ke luar negeri pertama dia setelah terpilih sebagai pemimpin Timor Leste pada Mei 2022.

Rombongan tiba di Gedung PP Muhammadiyah sekitar pukul 10.00 WIB. Horta disambut langsung oleh Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA