Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Jateng Intensifkan Pengawasan Pangan Segar di Pasar dan Swalayan

Rabu 20 Jul 2022 05:57 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah mengintensifkan pengawasan pangan segar dari tumbuhan di pasar dan swalayan. (ilustrasi)

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah mengintensifkan pengawasan pangan segar dari tumbuhan di pasar dan swalayan. (ilustrasi)

Foto: Edi Yusuf/Republika
Pengambilan sampel uji cepat pestisida dilakukan pada beberapa sayuran dan buah.

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah mengintensifkan pengawasan pangan segar dari tumbuhan. Tujuannya, memastikan keamanan pangan sekaligus sebagai bentuk perlindungan kepada warga sebagai konsumen.

"Pengawasan dilakukan sebagai bentuk pemenuhan tugas dinas sebagai otoritas kompeten keamanan pangan (OKKP)," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng Dyah Lukisari di Semarang, Selasa (19/7/2022).

Menurut dia, pengawasan secara rutin maupun insidental telah dilakukan sedikitnya pada 39 pasar rakyat dan toko swalayan di 15 kabupaten/kota se-Jateng. Dalam kegiatan pengawasan dilakukan pengambilan contoh untuk pengujian secara kualitatif menggunakan rapid test kit G9 Pesticide atau secara kuantitatif dengan menggandeng Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech Bogor.

"Adapun pengambilan sampel uji cepat pestisida dilakukan pada beberapa sayuran dan buah diantaranya sawi, labu siam, daun bawang, kacang panjang, cabai rawit merah, stroberi, anggur, kiwi, apel, dan melon," ujarnya.

Selain uji cepat adapula Tim OKKPD juga mengirimkan contoh komposit cabai merah keriting, kubis, dan kacang tanah ke laboratorium. "Hasil uji cepat menunjukkan keseluruhan contoh sayur dan buah yang diambil di pasar rakyat dan toko swalayan, tidak terindikasi mengandung pestisida, namun hasil uji laboratorium menunjukkan terdapat tujuh contoh komposit cabai merah keriting mengandung residu profenofos melebihi batas maksimum residu," kata dia.

Dyah mengimbau, masyarakat agar terlebih dulu mencuci sayur dengan air mengalir untuk mengurangi kadar profenofos yang merupakan salah satu bahan aktif dalam insektisida yang digunakan menyemprot tanaman.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, namun tetap waspada, jika hendak mengonsumsi sayur cuci terlebih dulu dengan air mengalir untuk mengurangi kadar profenofos," ujarnya. Kalangan petani juga diajak ikut berpartisipasi menjaga pangan aman dengan menggunakan pestisida sesuai anjuran dan ramah lingkungan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA