Selasa 19 Jul 2022 12:34 WIB

Cerita Lulusan SMKN Berkarier di Alfamart, Bukti Alfamart Class Permudah Peluang Bekerja

Alfamart Class dirancang ciptakan link and match pendidikan vokasi dan dunia industri

Hanifa (paling kanan) memberikan pengarahan sebelum mulai bekerja.
Foto: Alfamart
Hanifa (paling kanan) memberikan pengarahan sebelum mulai bekerja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjadi seseorang yang baru lulus menempuh pendidikan tingkat atas atau SMK bisa menjadi masa yang diliputi kegamangan. Banyak pilihan, antara melajutkan studi ke jenjang selanjutnya, atau langsung bekerja berbekal pendidikan di SMK.

Mendapat pekerjaan pun tidak semudah yang dibayangkan. Kondisi lapangan pekerjaan dengan kemampuan yang dimiliki tenaga kerja bisa menjadi salah satu alasan. Namun tidak dengan Hanifa Intan Nuraini (22 tahun) yang lulus dari SMKN 12 Jakarta pada Juni 2018.  Hanifa tidak perlu menunggu waktu lama ia langsung menjadi karyawan Alfamart.

“Begitu lulus saya diterima di Alfamart, tidak perlu tes seleksi,” ujar Hanifa, seperti dalam siaran pers, Selasa (19/7/2022).

Tidak perlu waktu lama dan langsung bekerja di Alfamart, karena ia adalah lulusan program Alfamart Class, kurikulum ritel modern dari Alfamart yang diadopsi oleh SMKN 12 Jakarta.

Ia mengaku selama di sekolah, dimulai dari kelas XI ia sudah mengikuti program Alfamart Class. Saat itu, tahun angkatannya adalah tahun pertama terdapat program Alfamart Class. Ia banyak mendapatkan berbagai macam pendidikan dan pelatihan skill seputar ritel modern.

“Di sekolah juga ada semacam toko ritel yang biasa untuk kita praktek meskipun hanya melayani teman-teman sekolah tapi lumayan kasih gambaran di toko sebenarnya bagaimana, selain pelajaran di kelas yang memang kasih kita teori-teorinya,” terangnya bersemangat.

Masa prakerin (praktek kerja industri) juga ia lakukan di Alfamart selama tiga bulan. Dan dia mengakui bahwa prakerin sangat memberikan pengalaman sebenarnya bekerja di ritel modern.

“Tiga bulan itu saya banyak belajar teori ritel di kelas dan prakerin beri saya banyak pengetahuan dan keahlian,” akunya.

Selepas lulus, benar saja ia langsung diterima bekerja di Alfamart. Bahkan dalam waktu singkat hanya sembilan bulan, ia sudah menjadi Asistant Chief Of Store (ACOS) atau asisten kepala toko, suatu jabatan yang bisa ia dapatkan jauh lebih singkat dibandingkan karyawan dari jalur seleksi biasanya.

photo
Kristian (kanan) memberikan penawaran program produk kepada konsumen. - (Alfamart)

Jauh di Lumajang, Jawa Timur ada  Kristian Febrianto (20) yang juga memiliki cerita sama dengan Hanifa Intan Nuraini. Kristian adalah lulusan Alfamart Class SMKN 1 Lumajang tahun 2020. Sedikit berbeda dengan Hanifa, Kristian sudah lebih dahulu mengetahui bahwa di SMKN 1 Lumajang telah ada program Alfamart Class.

“Saat pendaftaran saya tahu kalau pilih jurusan bisnis daring dan pemasaran bisa ikut Alfamart Class, saya pilihlah jurusan itu,” terang Kristian.

Ia menceritakan pengalamannya sewaktu masih di kelas sungguh berguna saat bekerja di Alfamart sekarang. “Pelajaran dan praktek seperti administrasi, tata kelola toko, penataan produk, handling produk dan komunikasi dengan konsumen sungguh terpakai saat ini,” jelasnya.

Saat lulus pada tahun 2020 kemarin ia pun langsung diterima sebagai karyawan Alfamart. Dan sejak Juni 2021 ia sudah menjadi asisten kepala toko. Keduanya, baik Hanifa dan Kristian mengaku menikmati bekerja di Alfamart dan merasakan betul manfaat mengikuti Alfamart Class.

Terpisah, Tri Wasono Sunu, Human Capital Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), mengatakan bahwa Alfamart Class memang dirancang agar menciptakan link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia industri yang sebenarnya.

“Alfamart melakukan transfer knowledge dan praktek pembelajaran kepada tenaga pendidik di SMK-SMK yang telah bekerja sama, sehingga memperluas pengetahuan para guru sekaligus  untuk sinkronisasi kurikulum pendidikan ritel tersebut,” jelasnya.

Banyak manfaat menjadi siswa program Alfamart Class, antara lain bisa langsung diterima bekerja di Alfamart sekaligus akselerasi jenjang jabatan saat sudah bekerja.

Bukan hanya itu, Alfamart menghibahkan laboratorium toko ritel modern di tiap SMK yang bekerja sama dan prakerin bagi siswa-siswanya dengan tujuan memberikan modul pembelajaran yang lengkap. Hasilnya adalah siswa-siswi lulusan yang sudah siap bekerja di industri ritel modern tanpa serangkaian proses pelatihan terlebih dahulu.

Hingga kini sebanyak 188 SMK telah bekerja sama dan mengadopsi kurikulum ritel modern Alfamart yang tersebar di 114 Kota dan Kabupaten di Indonesia. Sebanyak 4.662 lulusan pun telah terserap kerja di Alfamart.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement