Senin 18 Jul 2022 14:24 WIB

Mulai Dilanda Kekeringan, BPBD Lombok Tengah Siapkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga

Sebanyak 200 tangki air bersih disiapkan untuk memenuhi permintaan warga.

Pengendara sepeda motor melintas dekat pohon jati yang meranggas di Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa Besar, NTB, Jumat (3/9/2021). Menurut data BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat dari monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) provinsi NTB umumnya dalam kategori Sangat Pendek (1-5 hari) dan masih terdapat wilayah yang masuk dalam kategori HTH Sangat Panjang (31-60 hari) hingga Kekeringan Ekstrem ( lebih 60 hari) diantaranya wilayah dengan kategori Kekeringan Ekstrem berada di Kabupaten Bima yaitu Wawo (70 hari), Soromandi (127 hari) dan Sape (128 hari) serta di Kabupaten Sumbawa yaitu pada wilayah Lape (100 hari).
Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi
Pengendara sepeda motor melintas dekat pohon jati yang meranggas di Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa Besar, NTB, Jumat (3/9/2021). Menurut data BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat dari monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH) provinsi NTB umumnya dalam kategori Sangat Pendek (1-5 hari) dan masih terdapat wilayah yang masuk dalam kategori HTH Sangat Panjang (31-60 hari) hingga Kekeringan Ekstrem ( lebih 60 hari) diantaranya wilayah dengan kategori Kekeringan Ekstrem berada di Kabupaten Bima yaitu Wawo (70 hari), Soromandi (127 hari) dan Sape (128 hari) serta di Kabupaten Sumbawa yaitu pada wilayah Lape (100 hari).

REPUBLIKA.CO.ID, PRAYA--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah di Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan bantuan air bersih untuk menghadapi kekeringan. Terutama bagi warga yang tinggal di daerah-daerah yang rawan mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih pada musim kemarau.

"Saat ini kita telah mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Itu artinya wilayah Lombok Tengah mulai dilanda kekeringan," kata Kepala BPBD Lombok Tengah Lalu Ridwan Makruf di Kantor Bupati Lombok Tengah di Praya, Senin (18/7/2022).

Baca Juga

Ia menambahkan, hingga saat ini baru satu desa di wilayah Kecamatan Praya Timur yang mengajukan permintaan bantuan air bersih. "Kondisi saat musim kemarau ini masih terjadi hujan sehingga belum banyak desa yang mengajukan permintaan air bersih," katanya.

Ia mengatakan bahwa BPBD sudah menyiapkan bantuan air bersih sebanyak 200 tangki untuk memenuhi permintaan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih karena daerahnya mengalami kekeringan. "Armada untuk (mengangkut) air bersih kita tidak ada, sehingga kita MoU dengan PDAM untuk penyaluran bantuan," katanya.

BPBD Lombok Tengah, menurut dia, juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang tinggal di daerah-daerah yang rawan mengalami kekeringan. Menurut dia, bagian wilayah Kabupaten Lombok Tengah yang rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau antara lain Janapria, Praya Timur, Praya Barat, Praya Barat Daya, Praya dan Jonggat.

"Wilayah kekeringan di Lombok Tengah itu khususnya di wilayah selatan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement