Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Kemensos Buatkan Sistem Tunnel untuk Petani Garam di Bali 

Senin 18 Jul 2022 13:50 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Fuji Pratiwi

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta (tengah) meresmikan garam Kusamba guna mengoptimalisasikan hasil alam dan sejahterakan petani garam di Banjar Tribuana, Desa Kusamba, Klungkung, Bali, Rabu (22/7). Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan Program Kewirausahaan Sosial (Prokus) berupa pembangunan infrastruktur sistem tunnel bagi petani garam di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi petani.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta (tengah) meresmikan garam Kusamba guna mengoptimalisasikan hasil alam dan sejahterakan petani garam di Banjar Tribuana, Desa Kusamba, Klungkung, Bali, Rabu (22/7). Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan Program Kewirausahaan Sosial (Prokus) berupa pembangunan infrastruktur sistem tunnel bagi petani garam di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi petani.

Foto: Dok. Pkk
Bantuan ini dimaksudkan agar petani garam tetap berdaya di musim kemarau dan hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan Program Kewirausahaan Sosial (Prokus) berupa pembangunan infrastruktur sistem tunnel bagi petani garam di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi petani. 

"Bantuan ini dimaksudkan agar petani garam tetap berdaya di musim kemarau, maupun penghujan," kata Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Edi Suharto dalam siaran persnya, Senin (18/7/2022). 

Baca Juga

Edi menjelaskan, petani tradisional pada umumnya akan mengalirkan air laut ke pematang tambak untuk dikeringkan dan menghasilkan kristal garam. Memasuki musim penghujan, proses ini akan terkendala dan menyebabkan petani tidak dapat berproduksi. 

Masalah tersebut dapat diatasi dengan sistem tunnel. Secara sederhana, sistem tunnel berarti menambah wadah penampung dengan bantuan geoisolator dan penutup, lalu dirangkai seperti lorong. Sistem ini membuat petani garam tetap bisa berproduksi saat musim hujan. 

Edi mengatakan, Prokus pembuatan ladang garam dengan sistem tunnel ini merupakan bentuk kerja sama Kemensos dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Program ini tidak hanya akan memberikan bantuan dana, tapi juga pendampingan. 

Ia pun berharap bantuan pembuatan ladang garam dengan sistem tunnel ini berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Kusamba. "Pengembangan strategi peningkatan produksi garam, pemasaran dan kerja sama dalam membangun ekosistem bisnis berkelanjutan diharapkan dapat berdampak positif dan meningkatkan kesejahteraan bagi penerima manfaat dan masyarakat sekitar," katanya dalam kegiatan sosialisasi Prokus di Kantor Bupati Klungkung. 

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengapresiasi bantuan tersebut dan meyakini produksi garam di Kusamba akan meningkat. "Harapan saya ke depan, produksi garam Desa Kusamba akan mampu bersaing di pasaran dan berdampak pada peningkatan perekonomian, serta kesejahteraan masyarakat Desa Kusamba," ucap Nyoman Suwitra.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA