Jumat 15 Jul 2022 22:48 WIB

Indonesia Peringkat 12 di Travel Tourism Competitiveness Index

Salah satu faktornya adalah penerapan sertifikasi CHSE.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Sertifikat CHSE kawasan wisata Air Terjun Kedung Pedhut, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (2/12). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam masa pandemi Covid-19, Indonesia memiliki peringkat yang baik dalam Travel Tourism Competitiveness Index (TTCI). Khususnya jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Sertifikat CHSE kawasan wisata Air Terjun Kedung Pedhut, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (2/12). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam masa pandemi Covid-19, Indonesia memiliki peringkat yang baik dalam Travel Tourism Competitiveness Index (TTCI). Khususnya jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam masa pandemi Covid-19, Indonesia memiliki peringkat yang baik dalam Travel Tourism Competitiveness Index (TTCI). Khususnya jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. 

"Di tengah masa pandemi, Indonesia berhasil naik 12 peringkat menjadi 32 dari 117 negara dalam Travel Tourism Competitiveness Index (TTCI) tahun 2021," kata Plt Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf Agustini Rahayu dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (15/7/2022). 

Baca Juga

Agustini mengatakan, mengenai Indonesia Care dalam bentuk CHSE merupakan upaya memberikan kenyamanan. Selain itu juga upaya untuk memberikan keamanan bagi wisatawan. 

Pada 2022, kata dia, Indonesia juga menyambut baik penyelenggaraan kegiatan bertaraf internasional. Beberapa diantaranya seperti menjadi ketua presidensi KTT G20, perhelatan MotoGP, peringatan Hari Pariwisata Dunia, World Creative Economy Conference, juga menjadi tuan rumah ASEAN Tourism Forum pada tahun 2023. 

Kemenparekraf juga baru saja menggelar Business Gathering in Republic of Korea pada 12 Juli 2022 di Lotte Hotel Seoul. Dalam gelaran tersebut, Kemenparekraf membahas mengenai rencana Korean Air yang akan membuka penerbangan ke Denpasar, Bali dari Incheon yang dijadwalkan empat kali seminggu.

"Oleh karena itu, kami harapkan adanya kerja sama dan sinergi serta kolaborasi untuk mendapatkan benefit yang memberikan manfaat untuk kedua belah pihak," Agustini.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement