Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Upaya Pemprov Jateng Kendalikan Harga Cabai dan Bawang Merah Diapresiasi Apmiso

Jumat 15 Jul 2022 20:15 WIB

Rep: bowo pribadi/ Red: Hiru Muhammad

Para pedagang mie dan bakso mengapresiasi langkah- langkah yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk mengendalikan kenaikan harga cabai dan bawang merah.  Pedagang menata cabai merah teropong di Pasar Kota Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (2/3/2022).

Para pedagang mie dan bakso mengapresiasi langkah- langkah yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk mengendalikan kenaikan harga cabai dan bawang merah. Pedagang menata cabai merah teropong di Pasar Kota Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (2/3/2022).

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Beberapa pekan lalu harga cabai rawit di pasaran menembus Rp 80.000 per kilogram

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG—Para pedagang mie dan bakso mengapresiasi langkah- langkah yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk mengendalikan kenaikan harga cabai dan bawang merah.

Seperti diketahui, cabai dan bawang merah menjadi komponen yang dibutuhkan selain daging sapi. Sehingga kenaikan harga kedua komoditas tersebut cukup membebani para pedagang mie dan bakso.

Baca Juga

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Seluruh Indonesia (Apmiso), Lasiman mengungkapkan, beberapa pekan lalu harga cabai rawit di pasaran menembus Rp 75.000- Rp 80.000 per kilogram. Harga bawang merah yang mencapai Rp 60.000 per kilogram.

Menyikapi hal ini, Pemprov Jawa Tengah mengambil langkah pengendalian dengan mengeluarkan kebijakan operasi pasar (OP) di beberapa tempat, melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah.

“Sekarang, harga cabai rawit mulai turun menjadi Rp 60.000 per kilogram dan harga bawang merah turun menjadi Rp 45.000 per kilogram,” tegasnya, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/7/2022).

Tak hanya itu, subsidi juga diberikan kepada para pedagang mie dan bakso, sehingga dapat membeli cabai dan bawang merah langsung kepada petani dengan harga yang relatf lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

“Bagi para pedagang mie dan bakso, langkah- langkah dan kebijakan yang diupayakan ini betul- betul sangat membantu, paling tidak dalam mengurangi belanja komponen utama mie dan bakso,” lanjutnya.

Menurut Lasiman, jika harga cabai dan bawang merah tinggi sangat berpengaruh terhadap biaya produksi dan penghasilan para pedagang mie dan bakso. “Kami berharap, situasi (harga komoditas cabai rawit dan bawang merah) yang relatif mebaik ini akan berlangsung terus hingga menuju harga normal,” tandanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari menyampaikan bahwa kenaikan harga cabai rawit dan bawang merah dipicu minimnya produksi di luar Jawa Tengah.

Akibatnya, cabai dari Jawa Tengah banyak dipasok untuk menutup kekurangan produksi tersebut dengan harga yang relatif lebih tinggi.“Sehingga para petani di Jawa Tengah akhirnya juga menginginkan harga jual hasil produksi pertaniannya menyesuaikan dengan harga cabai di daerah lain,” jelasnya.

Terkait fenomena yang terjadi ini, masih lanjut Dyah, Pemprov Jawa Tengah akhirnya memberikan subsidi, terutama ke pedagang mie dan bakso agar bisa mendapatkan cabai dan bawang merah. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, telah membeli 1,5 ton cabai rawit dari Boyolali, dan 2 ton bawang merah dari Brebes.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA