Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Polisi: Penyebar Ajaran Dewa Matahari Alami Gangguan Jiwa

Kamis 14 Jul 2022 22:24 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Matahari Terbenam (ilustrasi).

Matahari Terbenam (ilustrasi).

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Sebagai penyebar Dewa Matahari, yang bersangkutan dinilai tidak memiliki jamaah.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK  -- Kepolisian Resor (Polres) Lebak, Polda Banten menghentikan kasus penyelidikan terhadap Natrom (62), pria penyebar ajaran Dewa Matahari. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis kejiwaan RSUD Rangkasbitung, yang bersangkutan dinilai mengalami gangguan jiwa.

"Kami hari ini memulangkan saudara Natrom ke tempat kediamanya di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah," kata Kapolres Lebak AKBP Wiwin Setiawan saat menggelar konferensi pers, di Polres Lebak, Kamis.

Baca Juga

Polres Lebak menghentikan proses penyelidikan terhadap pria yang mengaku sebagai Dewa Matahari, karena hasil pemeriksaan dokter spesialis kejiwaan mengalami gangguan kejiwaan.

Selain itu, juga kasus pemilik penginapan di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah belum kuat aspek yuridis yang disangkakan Pasal 156 KUHP. Berdasarkan keterangan saksi-saksi bahwa mereka tidak tahuNatrom yang diduga melakukan penistaan agama tidak pernah mengajak kepada orang lain.

Di samping itu juga tidak memiliki jamaah atau pengikut, namun yang bersangkutan itu menyampaikan kata-kata secara pribadi kepada saksi yakni karyawannya."Kami berharap saudara Natrom itu di tempat kediamannya diberikan bimbingan rohani dari MUI Lebak agar menerima ajaran agama yang benar," katanya menjelaskan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA