Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Ahli Ingatkan Cacar Monyet Harus Dihilangkan Sebelum Jadi Endemi

Jumat 15 Jul 2022 04:00 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Foto yang dipasok CDC pada 1997 menunjukkan salah satu kasus cacar monyet di Republik Demokratik Kongo.  Ilmuwan masih belum mengerti penyebab kian banyaknya kasus cacar monyet terdeteksi di Eropa dan Amerika Utara pada 2022. Penyakit ini awalnya banyak ditemukan di Afrika, namun kini telah menyebar ke-59 negara atau wilayah.

Foto:
Cacar monyet telah menyebar ke 59 negara atau wilayah.

Presiden Asosiasi Direktur Kesehatan Masyarakat Jim McManus mengatakan bahwa wabah cacar monyet harus dihilangkan. Penyakit akibat infeksi virus monkeypox itu harus dicegah agar tidak menjadi endemi.

"Kita harus menghilangkan wabah ini. Karena jika menjadi endemi di bagian mana pun dari populasi kita, itu akan menelan biaya ratusan kali lebih banyak dalam kesakitan, kesengsaran, dan bahaya," kata McManus.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (7/7/2022) mencatat total 6.027 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi dan tiga kematian terkait sejak awal tahun di kelima wilayah globalnya di 59 negara atau wilayah. WHO mengatakan ini adalah pertama kalinya penularan lokal cacar monyet telah dilaporkan di negara-negara yang baru terkena dampak di Afrika dan secara global, tanpa hubungan epidemiologis ke tempat-tempat di Afrika Barat atau Tengah yang sebelumnya melaporkan kasus cacar monyet.

Sejauh ini, mayoritas kasus cacar monyet diderita laki-laki gay dan biseksual. Fakta itu menunjukkan tidak ada sinyal penularan berkelanjutan di luar jaringan tersebut untuk saat ini. Namun, para ahli menegaskan bahwa tanpa tindakan yang serius, virus dapat menyebar ke orang yang lebih rentan terhadap infeksi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA