Rabu 13 Jul 2022 22:30 WIB

GeoDipa Bantu Penanganan Stunting di Banjarnegara dan Wonosobo

Setelah edukasi, dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan dan evaluasi.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Balita menerima imunisasi (ilustrasi). PT Geo Dipa Energi (Persero) atau GeoDipa membantu Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah, dalam penanganan stunting di dua wilayah tersebut.
Foto: ANTARA/Irwansyah Putra
Balita menerima imunisasi (ilustrasi). PT Geo Dipa Energi (Persero) atau GeoDipa membantu Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah, dalam penanganan stunting di dua wilayah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- PT Geo Dipa Energi (Persero) atau GeoDipa membantu Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah, dalam penanganan stunting di dua wilayah tersebut.

Dalam siaran pers yang diterima di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (13/7/2022), Corporate Secretary PT Geo Dipa Energi (Persero) Endang Iswandini mengatakan, pihaknya meluncurkan Program Penanganan Stunting di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo yang dilaksanakan di Aula Kantor GeoDipa Unit Dieng, Banjarnegara, Senin (11/7/2022). Program penanganan stunting untuk Kabupaten Banjarnegara dilaksanakan di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, sedangkan Kabupaten Wonosobo di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar.

Baca Juga

Dia menjelaskan peluncuran Program Penanganan Stunting di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-20 PT Geo Dipa Energi (Persero). "Kami bersinergi dengan Pemkab Banjarnegara dan Pemkab Wonosobo untuk bersama-sama menurunkan prevalensi stunting di dua kabupaten tersebut," kata Endang.

Dia menjelaskan, program itu dilakukan karena pada masa yang akan datang, GeoDipa juga membutuhkan generasi penerus dari Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo untuk meneruskan pengembangan pemanfaatan panas bumi di wilayah Dieng. "Dengan demikian, GeoDipa dapat terus berkomitmen menjadi BUMN panas bumi yang andal dan terpercaya," katanya.

Ia mengatakan peluncuran program tersebut merupakan awal rangkaian kegiatan penanganan stunting. Sebab selanjutnya akan ada kegiatan edukasi tentang stunting di dua desa sasaran program tersebut. Setelah kegiatan edukasi tentang stunting, dilanjutkan dengan pemberian makanan tambahan (PMT) secara rutin selama 90 hari. "Di akhir program, akan dilakukan monitoring dan evaluasi program," kata dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement