Rabu 13 Jul 2022 22:12 WIB

Satgas Minta Masyarakat Vaksin Booster untuk Bisa Akses Fasilitas Publik

Vaksin booster akan menjadi syarat untuk mengakses fasilitas publik.

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis penguat (booster) kepada warga di Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022). Pemerintah akan menerapkan vaksin booster sebagai syarat mengakses fasilitas publik.
Foto: ANTARA/Yuius Satria Wijaya
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis penguat (booster) kepada warga di Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022). Pemerintah akan menerapkan vaksin booster sebagai syarat mengakses fasilitas publik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat segera mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster). Itu akan diperlukan untuk mengakses fasilitas publik.

"Segera datangi sentra vaksinasi terdekat untuk booster," ujar Wiku dalam konferensi pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (13/7/2022).

Baca Juga

Wiku menyampaikan, kebijakan kewajiban telah vaksin booster untuk dapat mengakses fasilitas publik akan diberlakukan berbarengan dengan diberlakukannya SE Satgas Nomor 21 Tahun 2022 dan SE Satgas Nomor 22 Tahun 2022 pada 17 Juli 2022. Wiku mengatakan masyarakat dapat mencari informasi lokasi sentra vaksinasi terdekat dengan memanfaatkan teknologi internet, seperti Google Maps.

"Masyarakat juga bisa mendatangi fasilitas kesehatan milik pemerintah seperti rumah sakit dan puskesmas maupun pada beberapa rumah sakit swasta dan fasilitas publik," tuturnya.

Wiku mengemukakan, pada prinsipnya vaksin memiliki tiga manfaat besar, yaitu mencegah terinfeksi, mencegah perburukan gejala jika terinfeksi, dan mengurangi jumlah virus yang ada di dalam tubuh agar tidak mudah menularkan. Dalam kesempatan itu, Wiku kembali mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan serta waspada tanpa rasa panik.

"Semoga pengalaman selama lebih dari 2,5 tahun ini dapat membiasakan diri kita menghadapi berbagai kondisi di masa pandemi Covid-19," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement