Selasa 12 Jul 2022 17:03 WIB

Bio Farma Uji Klinis Fase Tiga Vaksin Covid-19 BUMN di Padang Pariaman

Sejauh ini Bio Farma belum menemukan efek samping yang berarti.

Dirut Bio Farma Honesti Basyir menyampaikan pidato saat kunjungan Center Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN, di RSUD Padangpariaman, Sumatra Barat, Selasa (12/07/2022). Sebanyak 1.725 orang relawan di provinsi itu mengikuti Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN.
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Dirut Bio Farma Honesti Basyir menyampaikan pidato saat kunjungan Center Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN, di RSUD Padangpariaman, Sumatra Barat, Selasa (12/07/2022). Sebanyak 1.725 orang relawan di provinsi itu mengikuti Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PARIAMAN -- PT Bio Farma melaksanakan uji klinis fase tiga terhadap Vaksin Covid-19 BUMN di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), sebelum vaksin tersebut digunakan secara massal.

"Jumlah relawan di Sumbar mencapai 1.725 orang. Terbanyak di Padang Pariaman, ini tidak terlepas dari kerja keras tim, pemerintah daerah, rumah sakit, Unand dan Polres Padang Pariaman," kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir saat kunjungan ke Center Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 BUMN di Padang Pariaman, Selasa (12/7/2022).

Baca Juga

Ia menyebutkan, ada empat pusat uji klinis fase 3 oleh Bio Farma untuk Vaksin Covid-19 BUMN yaitu di Padang Pariaman, Depok, Semarang, dan Makassar dengan target relawan mencapai 4.000 orang.

Ia mengatakan uji klinis terhadap vaksin tersebut telah dimulai semenjak akhir 2021 dan hingga sekarang telah memasuki uji klinis fase tiga. Sejak uji klinis yang dilakukan baik fase satu maupun dua hingga dilaksanakan fase ketiga, Bio Farma belum menemukan efek samping yang berarti.

Ia menyampaikan ada perbedaan vaksin tersebut dengan vaksin Covid-19 yang telah masuk dan digunakan di Indonesia. Vaksin Covid-19 BUMN dikembangkan dengan metode Subunit Protein Rekombinan dan dijamin kehalalannya.

"Vaksin Covid-19 BUMN ini halal, dan akhir Juli ini akan mendapatkan EUA atau izin penggunaan darurat dari BPOM," kata Honesti.

Ia menyampaikan, setelah uji klinis fase tiga dan mendapatkan EUA maka vaksin tersebut akan dijadikan booster untuk orang dewasa dan vaksin anak. Hingga saat ini Bio Farma dapat memproduksi 120 juta dosis per tahun yang produksi itu dapat ditingkatkan jika diberikan penugasan oleh pemerintah.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement