Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Unej Minta Mahasiswa Program KKN Bisa Olah Sampah Jadi Uang

Selasa 12 Jul 2022 18:23 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Daur ulang sampah (ilustrasi)

Daur ulang sampah (ilustrasi)

Foto: Flickr
Masalah sampah kini sudah mengemuka tak hanya di kota-kota saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember (Unej) meminta mahasiswa yang mengikuti program kuliah kerja nyata (KKN) tematik untuk mengolah sampah menjadi rupiah. Program itu bisa diimplementasikan di desa tempat KKN mahasiswa yang bersangkutan.

"Bertambah satu lagi tema untuk program KKN tematik Universitas Jember yakni tema pengolahan sampah," kata Ketua LP2M Unej Prof. Yuli Witono dalam kegiatan ngobrol pagi bertema 'Dampingi Desa Memilah Sampah Jadi Rupiah', Selasa (12/7/2022).

Baca Juga

Menurut dia, tema pengolahan sampah mengemuka setelah melihat keberhasilan mahasiswa peserta Program KKN tematik Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) mendampingi warga mengolah sampah di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember.

"Salah satu program yang dilakukan oleh mahasiswa dan terbukti berjalan dengan sukses adalah program bank sampah yang dilakukan di Desa Kertonegoro," ucap dia.

Ia mengatakan hal itu berawal dari observasi mahasiswa yang menemukan masalah sampah. Alhasil, peserta KKN MBKM tergerak memberikan solusi nyata penanganan sampah di Desa Kertonegoro, yang kemudian didukung oleh warga setempat.

"Sampah saat ini dan di masa depan akan tetap menjadi masalah yang perlu penanganan serius, sehingga kami akan menjadikan tema pengolahan sampah sebagai tema yang bisa dipilih oleh mahasiswa saat mengikuti KKN tematik," katanya.

Unej ingin turut serta memberikan solusi terhadap salah satu problema nyata masyarakat. Apalagi pengolahan sampah menjadi salah satu bagian mewujudkan lingkungan hidup yang lestari sesuai visi dan misi Unej.

"Kami ingin mengubah pandangan masyarakat yang semula melihat sampah sebagai barang tak berguna bisa menjadi potensi menambah pundi-pundi rupiah," ujarnya.

Staf Ahli bidang Hubungan Antar Lembaga Kemendesa PDTT Samsul Widodo mengatakan sampah bukan lagi permasalahan kota semata. Sampah kini sudah merambah desa, sehingga penanganan harus dilakukan oleh semua pihak secara bersama-sama dari hulu hingga hilir.

"Peran itu bisa dilakukan oleh mahasiswa melalui program KKN tematik," katanya.

sumber : antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA